Kapolresta Padang Ancam Tindak Tegas Pelaku Kejahatan 3C, Komnas HAM Ingatkan Hal Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sumatera Barat, mengingatkan dalam melakukan penegakan hukum pihak kepolisian harus mengacu pada peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia nomor 8 tahun 2009 tentang implementasi, prinsip standar Hak Asasi Manusia.

Hal itu disampaikannya terkait imbauan dan sikap Kepolisian Padang yang tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas bagi pelaku kejahatan yang sudah berulang kali ke luar masuk penjara namun seakan tidak jera dan masih melakukan aksinya didaerah itu.

"Jika acuan Kapolresta itu sudah sesuai dengan yang tertera pada peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia nomor 8 tahun 2009 tentang implementasi, prinsip standar Hak Asasi Manusia dalam penyelenggaraan tugas kepolisian republik Indonesia, saya rasa itu tidak masalah. Karena kami mengawasi peraturan pelaksanaan perundang-undangan," ujar Kepala Komnas HAM Sumbar, Sultanul Arifin, Kamis 13 Februari 2020.

Baca Juga

Sebaliknya, menurutnya jika melenceng dari peraturan Kapolri tersebut, maka itu akan berdampak kepada pelanggaran HAM.

"Jika ada kejadian yang melenceng, maka kami akan melakukan penyelidikan karena tugas kami adalah melakukan penyelidikan terkait pelanggaran HAM," lanjutnya. Menurutnya, dalam peraturan tersebut, pada bagian keempat disebutkan terkait dengan penggunaan kekuatan atau tindakan keras dan senjata api

"Di pasal 45 disebutkan bahwa setiap petugas polri dalam melakukan tindakan yang menggunakan kekuatan atau tindakan keras atau senjata api, harus mempertimbangkan cara-cara tanpa kekerasan terlebih dahulu," katanya. Yang kedua, tindakan keras hanya dilakukan bila sangat diperlukan. Kemudian tindakan keras hanya dilakukan untuk tujuan tindakan hukum yang sah.

Kemudian, penggunaan kekuatan dan tindakan keras harus dilaksanakan secara proporsional dengan tujuannya dan sesuai dengan hukum . Penggunaan kekuatan senjata atau alat dalam tindakan keras harus berimbang dengan ancaman yang dihadapi.

Sebelumnya diberitakan,Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan mengatakan, kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau biasa disebut tindak pidana 3C masih mendominasi di Kota Padang.

Menurutnya, kebanyakan dari pelaku yang berhasil ditangkap merupakan pemain lama alias residivis yang sudah berulang kali masuk bui. Yulmar menghimbau, kepada para pelaku kejahatan untuk berhenti melakukan aksinya.

"Jajaran Polresta Padang tidak segan-segan memberikan tindakan tegas bagi pelaku kejahatan yang sudah berulang kali ke luar masuk penjara namun seakan tidak jera dan masih melakukan aksinya," katanya di Mapolresta Padang, Rabu (12/2/2020).

Selain kepada pelaku yang merupakan resedivis, Yulmar juga menegaskan bahwa tindakan tegas dan terukur juga akan dilakukan kepada pelaku yang mencoba melawan petugas saat akan ditangkap.

"Tindakan tegas adalah salah satu jalan yang diambil untuk membuat efek jera kepada para pelaku hingga tidak mengulangi kembali perbuatannya. Sehingga masyarakat Padang bisa merasakan kenyamanan dan keamanan serta tidak khawatir saat bepergian," tegasnya.

Yulmar menyebut, jajarannya akan terus berusaha menekan angka kriminal di Kota Padang. Untuk itu, pihaknya akan merespons setiap laporan yang masuk dari masyarakat.

"Untuk membuat masyarakat tidak resah dengan aksi para pelaku kejahatan yang kian merajalela, kita akan terus melakukan berbagai cara, salah satunya rutin menggelar patroli dan menindak tegas pelaku kejahatan," tuturnya.

Baca Juga

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com