Ini Daftar TKP yang Sempat Digasak Sindikat Pencurian Ternak yang Diamankan Polres Payakumbuh

Konferensi pers penangkapan 11 tersangka sindikat pencurian ternak di Mapolres Payakumbuh, Rabu (12/2).
Konferensi pers penangkapan 11 tersangka sindikat pencurian ternak di Mapolres Payakumbuh, Rabu (12/2). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Polres Payakumbuh mencatat, 11 tersangka sindikat pencurian hewan ternak yang diamankan dalam rentang satu bulan terakhir telah melancarkan aksinya di empat daerah Sumbar.

Diantaranya adalah di wilayah hukum Polres Payakumbuh , wilayah hukum Polres Lima Puluh Kota , wilayah hukum Polre Polres Bukit Tinggi, dan wilayah hukum Polres Tanah Datar .

Untuk di wilayah hukum Polres Payakumbuh tercatat sebanyak 15 Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) pencurian hewan ternak yang dilakukan sindikat tersebut, yaitu di Jalan Syafei RT/RW 002/001 Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh pada 26 September 2019 dengan mengambil satu ekor sapi.

Baca Juga

Kemudian pada 9 Oktober 2019, TKP di Kelurahan Ampang Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh yang mengambil satu ekor sapi, TKP selanjutnya di RT/RW 003/001 Kelurahan Limbukan Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh pada 23 November 2019 dengan satu ekor sapi.

Selanjutnya TKP di Jorong Parumpuang Kenagarian Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota pada 24 Januari 2020 dengan total ternak yang diambil sebanyak tiga ekor sapi, selanjutnya di Jalan Palam RT/RW 004/002 Kelurahan padang Sikabu Kecamatan Lamposi Tigo Nagori Kota Payakumbuh pada 26 Oktober 2016 dengan mengambil dua ekor sapi.

Pada 12 April 2019, TKP di Jorong Tobek Panjang Kenagarian Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menggasak satu ekor kerbau. Pada 23 Agustus 2019, TKP di Jorong Tobek Panjang Kenagarian Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan mengambil satu ekor kerbau.

TKP selanjutnya adalah di samping rumah makan Tahar, Jorong Koto Baru Kenagarian Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan mengambil satu ekor sapi pada 23 Agustus 2019. Pada 19 September 2019, TKP di Lakuang Burai Jorong Bukik Topuang Kenagarian Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan mengambil satu ekor kerbau.

Masih di wilayah hukum Polres Payakumbuh , pada 19 September 2019 TKP di Konduang Jorong Bukik Topuang Kenagarian Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan mengambil satu ekor kerbau. Pada 1 Oktober 2019 TKP di Jorong Koto Kenagarian Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan mengambil satu ekor Sapi.

Pada 29 Desember 2019 TKP di Dusun Sogo Jorong Tobek Panjang Kenagarian Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan mengambil satu ekor Sapi. Selanjutnya, pada 29 Desember 2019 TKP di Jorong Gala Gadang Kenagarian Andaleh Kecamatan Luhak Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menggasak dua ekor kerbau.

Komplotan tersebut kemudian melanjutkan aksinya pada 14 Juni 2019 dengan TKP di Jorong Sawah Padang Kenagarian Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota dengan satu ekor sapi diambil. TKP terakhir adalah di Jorong Manara Agung Kenagarian Batu Hampar Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota dengan mengambil satu ekor kerbau pada 22 Januari 2020.

"Data tersebut berdasarkan laporan polisi yang disampaikan warga ke sejumlah Polsek di wilayah hukum Polres Payakumbuh ," kata Kapolres Payakumbuh , Dony Setiawan, Rabu (12/2).

Tidak hanya di wilayah hukum Polres Payakumbuh , sindikat pencurian ternak itu juga melakukan aksinya di wilayah hukum Polres Lima Puluh Kota dengan total sembilan TKP dan membawa sebanyak 10 ternak milik warga.

"Kemudian ada Wilkum Polres Bukit Tinggi dengan 4 TKP dan 4 hewan ternak. Terakhir di Wilkum Polres Tanah Datar dengan 2 TKP dan 2 hewan ternak," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Payaumbuh mengamankan 11 tersangka yang diduga sindikat pencurian hewan ternak. Para tersangka itu adalah tujuh orang merupakan warga Simalanggang Kabupaten Limapuluh Kota, IH (26), NHS (17), DAS (18), RF (30), MF (20), YP (21), JM (18), kemudian ada dua orang warga Bengkalis Riau, yaitu HC (39) dan NA (38), satu orang warga Solok KT (50), dan warga Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh , EP (24).

"Kita mengamankan 11 orang tersangka dengan 9 orang berperan sebagai pencuri dan penyedia angkutan serta 2 orang lainnya berperan sebagai penadah," kata AKBP Dony. (*)

Baca Juga

Editor: Taufik Hidayat

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com