Painan Langganan Banjir, DPRD Pessel Minta Pemda Tidak Abai

Kondisi banjir di Kota Painan, Jumat 14 Februari 2020 sore
Kondisi banjir di Kota Painan, Jumat 14 Februari 2020 sore (Dok. BPBD Pessel)

PESSEL , KLIKPOSITIF -Masyarakat Painan mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat terhadap pembenahan drainase kawasan kota. Sebab, ketika hujan turun, dapat dipastikan Ibu Kota Pessel itu terendam banjir.

Seperti banjir pada Jumat 14 Februari 2020 sore. Genangan air tak hanya merendam badan jalan. Akan tetapi, juga masuk ke sebagian rumah warga. Bahkan, ada sebagian warga yang mengungsi.

baca juga: Kisah Perantau Minang Tak Bisa Pulang dari Malaysia

"Saya rasa, harus segara ada perhatian serius. Karena, saat ini banjir sudah terbilang parah," ungkap Anton (34), salah seorang warga di Jalan Kamang Painan .

Diketahui, banjir yang menggenangi kota ini tidak hanya terjadi di satu titik. Selain di Bundaran UHA Painan , Jalan Darwis dan Jalan Kamang Painan , kawasan Rawang, Jalan Sultan Agung, Jalan Pemuda, Jalan Tentara Pelajar dan sejumlah titik lainnya juga terendam.

baca juga: Satu Pasien COVID-19 Asal Pessel Dinyatakan Sembuh

Genangan air juga merendam ratusan rumah warga di kawasan terdampak banjir. Berbagai barang elektronik dan perabot rumah tangga tak luput ikut terendam.

Senada dengan Anton, hal itu juga disampaikan Sumiati, (50) warga Jalan Kamang. Dirinya mengaku, selalu was-was saat hujan datang.

baca juga: Satgas BUMN Salurkan Bantuan Penanganan COVID di Pessel

"Tak jarang juga, saya harus berhenti jualan gara-gara banjir. Sementara, penghasilan saya sehari-hari hanya pas-pasan untuk makan saja," sebutnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Pessel meminta pemerintah daerah untuk tidak abai dalam menyikapi persoalan drainase kota. Seharusnya, pembangunan harus berskala prioritas.

baca juga: Jelang Lebaran, Ribuan Anak Yatim dan Piatu di Pessel Dapat Santunan dari Baznas

Pemerintah daerah harus tahu mana yang harus jadi perhatian. Sebab, kawasan kota merupakan wajah daerah.

Melihat kondisi tersebut, dalam waktu dekat pihaknya bakal memanggil pemerintah daerah untuk hearing. Sebab, jika tidak ditangani serius, akan berdampak buruk bagi masyarakat di sekitaran kota.

"Ya, pasti. Dalam waktu dekat kami bakal agendakan. Jangan sampai rakyat jadi korban terus. Pemerintah harus hadir ketika rakyat membutuhkan," tegasnya.

Sementara, Kepala BPBD Pesisir Selatan , Herman Budiarto mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut ke Dinas PSDA setempat. Sebab, diduga akibat tidak lancarnya drainse membuat di sejumlah titik tergenang banjir.

"Jadi saya minta, tolong (diperbaiki), mungkin sudah lama tidak dipelihara tentu sedimennya menumpuk dan terjadi pendangkalan," ungkapnya saat dihubungi KLIKPOSITIF .

Ia menjelaskan, ruas jalan yang tergenang banjir cukup tinggi di Jalan Ilyas Yakub Painan , tepatnya di depan Hotel Adi Karya Painan , dan di sebagian ruas jalan di Jalan Darwis Painan , tepatnya disekitaran kaki Bukit Langkisau.

"Itu ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Untuk titik lainnya cukup mengganggu juga, tapi tidak setinggi di Adi Karya dan Jalan Darwis," terangnya.

Sesuai data yang dihimpun BPBD Pessel , sejauh itu banjir yang merendam kawasan kota itu masih aman. Tidak ada korban jiwa, dan banjir-pun telah surut sejak pukul 17.30 WIB.

"Tadi kita hanya sempat mengevakuasi anak-anak ngaji ada di situ (area yang terdampak banjir). Kalau yang lain, boleh dikatakan aman-lah. Karena, banjir sekarang sudah surut," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera