Koalisi Masyarakat untuk Udin Yogyakarta Gelar Aksi Diam 16-an ke-66

Koalisi Masyarakat Untuk Udin di Yogyakarta saat Aksi Diam di depan Gedung Agung atau Istana Negara Yogyakarta
Koalisi Masyarakat Untuk Udin di Yogyakarta saat Aksi Diam di depan Gedung Agung atau Istana Negara Yogyakarta (Ade Suhendra)

YOGYAKARTA , KLIKPOSITIF - Koalisi Masyarakat untuk Udin (K@MU) gelar Aksi Diam 16-an di depan Gedung Agung Yogyakarta atau Istana Negara di Yogyakarta , Sabtu 15 Februari 2020.

Aksi tersebut diikuti oleh perwakilan berbagai elemen seperti Aliansi Jurnalis Independen ( AJI ) Yogyakarta , Indonesian Court Monitoring (ICM) Yogyakarta , Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta , Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), aktivis perempuan, dan sejumlah elemen lainnya.

Tri Wahyu, perwakilan dari Inconesian Court Monitoring (ICM) Yogyakarta saat ditemui usai Aksi Diam 16-an mengatakan aksi tersebut telah berlangsung sejak 16 September 2014. Aksi tersebut menuntut penuntasan kasus pembunuhan wartawan Bernas Jogja yaitu Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin. Aksi itu juga menuntut penegakkan hukum berkeadilan di Indonesia.

Baca Juga

"Aksi ini kami adakan setiap tanggal 16, pukul 16.00 WIB hingga 16.58 WIB dengan berdiri diam sambil memegang spanduk bertuliskan 23 Tahun Negara Gagal Ungkap Kasus Pembunuhan Udin. Hari ini adalah aksi diam ke-66 kali," kata Tri Wahyu didampingi Vitrin dari Koalisi Masyarakat untuk Udin.

Ia menjelaskan kenapa setiap tanggal 16 dan pukul 16.00 WIB hingga 16.58 WIB karena Udin meninggal pada tanggal 16 Agustus 1996 pukul 16.58 WIB di RS Bethesda, Yogyakarta . Menurutnya, aksi tersebut juga sebagai upaya membuktikan dan mengingatkan publik bahwa negara telah gagal mengungkap kasus pembunuhan terhadap wartawan Udin.

Selain Aksi Diam 16-an, setiap tanggal 16 Agustus K@MU juga menggelar berbagai kegiatan seperti diskusi, mural, dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak elemen. Sebelumnya dikatakan Wahyu, aksi tersebut sempat digelar di depan Mapolda DIY sebelum akhirnya hingga saat ini digelar di depan Istana Negara, Yogyakarta yang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Agung Yogyakarta .

"Sebenarnya kami telah melakukan berbagai aksi demo, orasi, dan lainnya. Namun akhirnya kami memutuskan untuk melakukan Aksi Diam 16-an dengan menutup mulut menggunakan lakban sebagai bentuk protes. Dalam aksi ini juga diakhiri dengan pemukulan kentungan sebanyak 23 kali sebagai tanda bahwa kasus ini telah berlangsung sejak 23 tahun lalu," katanya.

Baca Juga

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera

Video Terbaru

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com