Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Banjir Tambuo Bukittinggi

Timbunan Sampah Berupa Ranting Kayu di Bendungan Batang Tambuo
Timbunan Sampah Berupa Ranting Kayu di Bendungan Batang Tambuo (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF --Penyebab banjir di Parak Tinggi Tambuo, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi terungkap setelah Petugas Irigasi Kepengamatan Wilayah II PSDA Sumbar melakukan gotong royong di Daerah Aliran Sungai Batang Tambuo, Senin 17 Februari 2020.

Petugas Pengamat PSDA Sumbar Andi Satria mengatakan, seharusnya banjir itu tak terjadi.

"Dengan intensitas hujan seperti kemarin, seharusnya tak terjadi jika ada pemeliharaan terhadap bendungan Batang Tambuo,"katanya.

Baca Juga

Ia mengatakan, banjir terjadi setelah pintu air bendungan tak bisa dibuka atau rusak karena banyaknya tumpukan sampah.

Bendungan Batang Tambuo, punya lebar sekitar 5 meter dan 3 pintu pengendali air. di samping Bendungan, ada saluran irigasi yang disebut Banda Surian selebar 1,5 meter.

Saat kejadian, tak ada petugas di pintu air. Akibatnya, bendungan tersumbat sampah dan pintu air tak bisa dibuka sehingga aliran sungai berpindah Banda Surian.

Tentu saja, Banda Surian tak sanggup menahan debit air dalam jumlah besar, dan berakibat terjadinya banjir di pemukiman yang berada diantara Banda Surian dan Batang Tambuo atau di sepanjang Daerah Aliaran Sungai (DAS) Batang Tambuo.

Dampaknya bertambah parah karena Banda Surian juga penuh sampah, sehingga air kian tak terkendali.

"Ini PR bagi Wali Kota Bukittinggi terkait sampah seperti ini,"jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bukittinggi Riyandi mengatakan, selain faktor bendungan tak berfungsi masih ada faktor pendukung lainnya penyebab banjir Tambuo.

"Intensitas hujan memang sangat tinggi, lalu sendimen sungai yang dangkal juga berperan,"ujarnya.

Pantauan KLIKPOSITIF ,timbunan sampah seperti ranting kayu dan sampah lainnya memang tampak tinggi di pintu air sehingga cukup sulit bagi petugas untuk mengevakuasinya.

Banjir Tambuo terjadi pada Sabtu sore 15 Februari 2020, sebanyak 73 jiwa terdampak.

Baca Juga

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com