Disertasi Pascasarjana UNP, Alfian Jamrah Paparkan Model Pembelajaran Karakter dalam FGD

Alfian Jamrah bersama peserta FGD
Alfian Jamrah bersama peserta FGD (Ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Tanah Datar Drs. Alfian Jamrah, MSi memaparkan model pembelajaran pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Minangkabau, "tau jalan nan ampek", sebagai syarat penyelesaian program pascasarjana UNP Padang.

"Buku ini merupakan sebuah model pembelajaran yang dikembangkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik berbasis kearifan lokal," ucap Alfian dalam acara Focus Grup Discussion (FGD) di Aula Baperlitbang, Senin 17 Februari 2020.

Ia menyebut buku ini bertujuan agar peserta didik terutama siswa setingkat SLTA dapat mengenal, memahami, dan menerapkan nilai-nilai karakter seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri.

Baca Juga

Kemudian, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

"Saya berharap model ini dapat menjadi pedoman dalam penerapan pendidikan berkarakter di SLTA karena selama ini belum ada pendidikan karakter nilai-nilai kearifan lokal, dan masukan bagi guru memberikan materi pelajaran kepada peserta didik," tutur Alfian.

Ia menilai usia peserta didik setingkat SLTA cukup rawan dalam perkembangan kejiwaan, pertumbuhan fisik dan pergaulannya, karena mereka belum stabil dalam mengantisipasi tantangan kehidupan seperti penyalahgunaan narkotika, pornografi, pergaulan bebas, aborsi, tawuran, geng motor, dan bullying.

Selain itu, juga banyak terjadi pelanggaran nilai atau norma yang berlaku di tengah masyarakat seperti menurunnya rasa hormat pada orang yang lebih tua, menurunnya semangat juang untuk meningkatkan harkat dan martabat, serta pengamalan ajaran adat dan agama akibat digerus arus globalisasi.

Ia mengharapkan buku model ini bisa menjadi panduan atau rujukan bagi siapapun yang tertarik untuk mempelajari dan mengimplementasikannya.

Dalam FGD tersebut juga menjadi pembahasan peserta yang berasal dari pakar pendidikan UNP Dr. Khairani (Pakar Geografi dan Kependudukan), Dr. Erian Joni (Pakar Sosiologi), dan Dr. Akmal (Pakar Pendidikan Kewarganegaraan), serta dari IAIN Batusangkar Dr. Arpinus.

Kemudian, Tokoh Adat Irsal Very ldroes Datuak Lelo Sampono, Inhendri Abbas Datuak Tan Basa, Sy. Datuak Majo Setio, pejabat dinas pendidikan, kepala sekolah, guru bidang karakter pendidikan, dan wartawan. (*)

Baca Juga

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Haswandi

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com