Atasi Banjir di Tapan, Pemkab Pessel Dapat Kucuran Anggaran Rp 41 Miliar

Kondisi Rahul Tapan Pessel saat dilanda banjir
Kondisi Rahul Tapan Pessel saat dilanda banjir (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF -Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat mendapatkan kucuran angaran sebesar Rp41 miliar untuk pembangunan tanggul dan normalisasi sungai di Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, tahun ini.

Kepala Dinas PSDA Pesisir Selatan , Doni Gusrizal mengungkapkan, pembangunan tanggul dan normalisasi sungai tersebut, dalam rangka mencegah dan pengendalian banjir di daerah tersebut.

Sebab, sejak beberapa tahun ini, sebagian nagari di kecamatan itu, kerap terdampak banjir akibat meluapnya sungai.

Baca Juga

"Pengerjaannya dilakukan dengan dua sumber dana. Dari PSDA provinsi dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V," ungkap Doni Gusrizal.

Ia menjelaskan, untuk pembangunan tunggul sungai sendiri akan dilakukan Daerah Aliran Sungai (DAS) di belakang kantor Camat Rahul, sedangkan Balai Wilayah Sungai Sumatera V untuk seluruh DAS sepanjang Batang Tapan.

"Kalau PSDA provinsi Rp1 miliar, kalau Balai Rp40 miliar. Ini merupakan tahap awal, mudah-mudahan ada kelanjutan," jelasnya.

Lanjutnya, untuk pelaksanaan sendiri dari PSDA provinsi bakal memulai pengerjaan Maret tahun ini. Sedangkan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera V masih dalam proses tender.

"Kalau untuk Balai, itu seluruh aliran sungai Batang Tapan. Tapi, tetap disurvei, mana-mana saja nanti yang akan diprioritaskan," terangnya.

Sebelumnya, diberitakan sejak tahun 2011, dua nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat terus dilanda banjir jika debit air sungai setempat meningkat.

Persoalan banjir tampak sudah menjadi langganan nagari setempat, yakni Nagari Binjai Tapan dan Kampung Tengah Tapan. Seperti yang terjadi berturut, pada Jumat 27 hingga Minggu 29 Desember 2019 lalu, serta di awal 2020 ini.

Dipicu akibat luapan sungai setempat, banjir selalu datang dalam waktu yang hampir bersamaan. Hingga tak henti membuat warga menjadi cemas dan sibuk mengungsikan barang-barang mereka.

Dari data kependudukan, dua nagari di Rahul Tapan ini memiliki penduduk sekitar 3.200 jiwa. 1.300 jiwa di Nagari Binjai Tapan dan 1.900 jiwa Kampung Tengah Tapan.

Tidak hanya itu, menurut Sekretaris Nagari Binjai Tapan, Almirizon, banjir ikut menggangu akses warga. Bahkan, sejumlah infrastruktur pusat pemerintah nagari dan kecamatan setempat juga jadi imbasnya.

"Seperti inilah sejak tahun 2011 lalu, hingga sekarang banjirnya semakin parah. Sebentar saja hujan atau ada kiriman hujan dari hulu, sungai selalu meluap dan merendam nagari kami," ungkap Almirizon kepada KLIKPOSITIF .

"Dan begitu juga pada Minggu ini, serta dua hari belakangan. Hujan sebentar, banjir langsung menggenangi kami," terangnya.

Ia menjelaskan, menyikapi persoalan tersebut proposal untuk penanganan sudah kerap diusulkan kepada Pemkab. Namun solusi belum juga ada meski sudah sempat dibangun tanggul darurat 2018.

Saat itu tanggul darurat yang dibangun jebol setelah dua dipasang. Hingga saat ini kondisinya semakin parah permukiman mereka berbeda di sekitaran sungai karana tidak ada lagi penahannya.

"Hanya berselang tiga jam hujan turun, pasti akan terjadi banjir. Dan solusinya hanya itu, harus secepatnya dibangunkan tanggul permanen," terangnya.

Baca Juga

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com