PT SEMLM Resmikan Pengoperasian PLTP Muara Laboh Solsel

Founder dan Chairman PT Supreme Energy Supramu Santosa (tengah) didampingi CEO PT Supreme Energy Nisriyanto (kanan) saat memberikan keterangan pers usai peresmian operasi komersil PLTP Muaralaboh
Founder dan Chairman PT Supreme Energy Supramu Santosa (tengah) didampingi CEO PT Supreme Energy Nisriyanto (kanan) saat memberikan keterangan pers usai peresmian operasi komersil PLTP Muaralaboh (Istimewa)

SOLSEL KLIKPOSITIF - PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh, Solok Selatan ( Solsel ) Tahap 1 berkapasitas 85 MW, dengan nilai investasi 580 juta dolar AS atau setara Rp8 triliun.

Founder dan Chairman PT SEML Supramu Santosa mengungkapkan peresmian PLTP tersebut setelah melewati perjalanan panjang selama 12 tahun penuh dengan cobaan dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang profesional memiliki komitmen yang kuat, serta dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah.

"Semua ini bisa terjadi karena dukungan dari masyarakat Solok Selatan yang luar biasa, dukungan dari Bapak Gubernur Irwan Prayitno, dan harus saya ucapkan di sini dukungan dari Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria. Ini harus saya sebutkan karena beliau tidak bisa hadir," kata Supramu Santosa di lokasi PLTP Muara Laboh Solok Selatan , Senin 17 Februari 2020

Baca Juga

Di tempat yang sama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berharap kepala daerah dan Forkopimda Kabupaten Solok Selatan membantu mensosialisasikan pemanfaatan panas bumi agar proyek panas bumi di daerah lain bisa berjalan aman dan lancar.

"Sumbar memiliki 17 titik lokasi panas bumi dan baru di Solok Selatan yang sudah berhasil. Kami berharap Plt Bupati dan Ketua DPRD bisa menjadi duta untuk sosialisasi keberhasilan dan manfaat panas bumi kepada masyarakat Sumbar," katanya

Diketahui PT SEML merupakan perusahaan patungan dari Supreme Energy, ENGIE, dan Sumitomo Corp.

Dengan kapasitas 85 MW tersebut, pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) tersebut mampu memasok daya listrik untuk 340.000 rumahtangga yang menggunakan daya 900 VA.

Studi pendahuluan proyek pengembangan PLTP Muara Laboh telah dimulai pada 2008, dilanjutkan penandatanganan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero) pada 2012.

Setelah dilakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, pada 16 Desember 2019, PLTP Muara Laboh Tahap 1 mulai beroperasi secara komersial (commercial on date/COD).

Saat ini, Supreme Energy juga dalam tahap pembicaraan dengan PLN dan Kementerian ESDM untuk pengembangan PLTP Muara Laboh Tahap 2 dengan kapasitas 65 MW.

Baca Juga

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com