Dugaan Penghinaan pada Penguasa, Ustadz Ini Dilaporkan ke Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar), memproses kasus dugaan penyiaran kabar bohong dan penghinaan kepada penguasa yang diduga dilakukan oleh Ustad Alfian Tanjung.

Dari informasi yang dihimpun, ceramah video tersebut viral di medsos yang bertempat di Masjid Jami' Tigo Baleh Bukittinggi, Jumat (7/2/2020) sekira pukul 19.30 WIB.

Dalam penggalan video ceramah Ustad Alfian Tanjung menyampaikan bahwa rezim hari ini adalah rezim komunis, saya menyatakan dengan sadar.

Baca Juga

"Makanya ni aneh, negeri ini berjalan tanpa ada yang menyoal, karena yang menyoal akan dituduh anti Pancasila," katanya dalam penggalan video yang diunggah akun YouTube Kedaulatan Rakyat pada 10 Februari 2020 lalu.Hingga Selasa 18 Februari 2020 pukul 12.00 WIB, video itu sudah ditonton 115 orang lebih.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu membenarkan hal tersebut, Ustadz Alfian Tanjung dilaporkan berkaitan dengan video yang viral di media sosial saat ceramah di Bukittinggi oleh seseorang warga berinisial RR (48) warga Jorong Luak Tunggang Giring-giring, Kabupaten Agam dengan laporan polisi : LP/ 49 / II / 2020 / SPKT Res Bukittinggi.

"Beredarnya ceramah oleh Ustadz Alfian Tanjung yang berisi dugaan kabar berita bohong dan penghinaan kepada penguasa di media sosial. Media sosialnya YouTube," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Selasa (18/2/2020).

Satake menambahkan, video tersebut membuat pelapor merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Bukittinggi. Kasus ini sementara masih dalam penyelidikan.

"Pasal yang dipersangkakan Pasal 13 dan Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU No 1 Tahun 1946 dan/atau pasal 207 KUHP, UU No 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," ujarnya.(*)

Baca Juga

Editor: Muhammad Haikal

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com