Dua Kecamatan di Solsel dilanda Banjir, 36 Rumah Terdampak

Warga Jorong Sungai Jerinjiang Nagari Talao Sungai kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo menunjukkan bekas ketinggian air saat banjir menggenangi rumahnya Senin 17/2 sekira Pkl 22.00
Warga Jorong Sungai Jerinjiang Nagari Talao Sungai kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo menunjukkan bekas ketinggian air saat banjir menggenangi rumahnya Senin 17/2 sekira Pkl 22.00 (Dok. BPBD Solsel)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan ( Solsel ), mengatakan, dua nagari di dua Kecamatan dilanda banjir akibat luapan anak sungai setelah turun hujan dengan intensitas tinggi pada Senin,17/2.

"Banjir terjadi di Dua Jorong di Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH) yaitu Jorong Pasar Baru dan Aur Duri serta Jorong sungai jerinjiang Nagari Talao Sungai kunyit kecamatan Sangir Balai Janggo (SBJ)," Kata Kalaksa BPBD Solsel , Richi Amran, Selasa.

Dia melanjutkan laporan sementara peristiwa itu menyebabkan sebanyak 36 unit rumah terendam dan 39 kepala keluarga (KK) terdampak di dua Nagari tersebut.

Baca Juga

"Di Nagari Abai banjir disebabkan luapan sungai Batang Tiak, sedangkan di Nagari Talao banjir disebabkan oleh luapan sungai jerinjiang," katanya.

Dia menambahkan, banjir di jorong sungai jerinjiang menyebabkan seorang warga bernama Erna (38) terluka di bagian kaki.

"Seluruh tim siaga bencana daerah sudah bergerak melakukan penanganan ke lokasi, Tim Reaksi Cepat BPBD, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Timsar Kelompok Siaga Bencana (KSB) nagari, sudah turun ke lapangan mendata dan membantu para korban," ujar Kalaksa didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Solsel , Inroni Muharamsyah.

Saat ini lanjutnya, kondisinya sudah mulai normal kembali. Warga sekitar mulai membersihkan sisa-sisa material banjir secara swadaya.

Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di Bukit Nila. Material longsor menimbun badan jalan Bidar Alam Menuju Abai.

"Longsornya tidak besar. Tadi pagi, materialnya langsung dibersihkan warga sekitar menggunakan satu unit alat berat," ujarnya.

Dia mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan siaga untuk setiap kemungkinan bencana yang mengancam karena sebagian besar wilayah Sarantau Sasurambi itu, masih kerap dilanda hujan.

BPBD mengajak masyarakat lebih meningkatkan kemandirian dalam menghadapi dan meminimalisir potensi dampak bencana. Menurutnya, semua pihak mesti memperkuat sinergitas dalam menghadapi bencana ini.

"Perlu dipahami BPBD memiliki lambang segitiga biru. Ini memuat makna bahwa pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha sama-sama punya peran dalam penanggulangan bencana. Kami sendiri tiap pekan turun ke sekolah-sekolah dan nagari memberi edukasi pencegahan dan kesiapsiagaan bencana," paparnya.

Senada Kelompok Siaga bencana (KSB) Nagari Talao Rosi arya mengungkapkan, banjir di Jorong sungai jerinjiang melukai Kaki seorang warga yang terperosok ke dalam Drainase saat hendak menyelamatkan diri, atas nama Erna 38 tahun korban dibawa ke klinik PT KSI.

Dia menjelaskan banjir tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur daerah itu dari pukul 18.00 wib sampai pukul 23.00 Wib.

"Pukul 10 malam sungai meluap merendam 9 rumah yang dihuni 9 kepala keluarga selama satu jam dengan ketinggian 1 meter, pada pukul 23.11 wib air mulai menyusut,"jelasnya.

Hari ini imbuhnya, masyarakat sekitar, Kaur pemerintahan Nagari Talao dan KSB bergotong royong membersihkan sisa-sisa banjir tersebut.

"Yang dibutuhkan korban bahan makanan, hari ini kami bersama pemuda menyediakan makanan yang anggaran dari kas Pemuda" jelasnya.

Baca Juga

Penulis: Kamisrial | Editor: Eko Fajri

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com