Empat Hari Pencarian, Warga Pasaman Ditemukan di Kedalaman Tiga Meter

Tim SAR saat berupaya mengeluarkan korban dari himpitan material
Tim SAR saat berupaya mengeluarkan korban dari himpitan material (Basarnas)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Itimah (49) korban yang tertimbun material longsor pada Sabtu (15/2) lalu di Jorong Gotah, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, pada Selasa (18/2/2020) sekira pukul 14.30 WIB.

"Itimah ditemukan Tim SAR bersama masyarakat dalam keadaan meninggal dunia di kedalaman tiga meter, dengan jarak 100 meter dari lokasi pertama menimpanya," sebut Koordinator Basarnas Pos Pasaman, Zulfahmi kepada KLIKPOSITIF , Selasa (18/2/2020).

Ia mengatakan, korban ditemukan pada pukul 14.30 WIB. Namun saat ditemukan korban tidak bisa langsung dievakuasi, sebab himpitan material longsor menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga

"Kita baru bisa mengeluarkan korban, setelah melakukan penggalian secara manual dengan makan waktu sekita dua jam. Kemudian korban dimandikan dan di salat kan, setelah itu langsung dikebumikan sekitar pukul 18.30 WIB tadi," katanya.

Pencarian korban memakan waktu lebih kurang selama empat hari, meski begitu Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas , TNI-Polri, BPBD, BKSDA dan masyarakat Nagari Sungai Lolo, merasa bersyukur telah menemukan korban.

"Rasa lelah terobati setelah korban dapat kita temukan, semoga pihak yang ditinggalkan dapat sabar dan tabah menerima musibah ini," ucapnya.

Ia menerangkan, akibat longsor dan banjir bandang itu, puing-puing material masih berserakan di sekitar rumah warga. Untuk pembersihan kata Zulfahmi, akan dilakukan oleh masyarakat dan pihak nagari setempat.

"Saat ini kita masih di lokasi, rencana besok akan pamit ke pihak nagari dan BPBD Pasaman. Di sini signal susah untuk memberikan informasi dan laporan," katanya.

Selain itu papar Zulfahmi, masyarakat setempat saat ini sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan memasak, minum dan keperluan lainnya. Sebab sumber air bersih dan pipa saluran air minum warga rusak.

"Selain itu, fasilitas umum, jalan, jembatan sekolah, dan turbin pembangkit tenaga listrik perkampungan tersebut hanyut diterjang banjir bandang," paparnya.

Sebelumnya, Itimah tertimpa longsor bersama empat warga lain. Mereka tertimbun tanah tebing yang tiba-tiba longsor pada Sabtu (15/2/2020) sore, saat mereka sedang berada di kebun dan berencana pulang ke rumah.

Baca Juga

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com