Warga Dua Nagari di Lima Puluh Kota Tolak Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Penolakan terhadap pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang direncanakan sebagai penghubung Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Riau terus terjadi. Kali ini penolakan disampaikan warga di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota , yaitu Nagari Taeh Baruah dan Nagari Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh.

Pejabat Sementara Nagari Taeh Baruah, Hasrul mengakui, warganya telah menyampaikan surat penolakan terkait rencana pembangunan jalan tol seksi IV Payakumbuh-Pangkalan.

"Kebetulan saya Pj di sini (Nagari Taeh Baruah), tapi sebelum saya pelantikan memang sudah dilakukan rapat terkait hal itu dan warga sepakat untuk menolak rencana pembangunan jalan tol itu," kata Hasrul kepada KLIKPOSITIF , Rabu (19/2).

Baca Juga

Menurutnya, penolakan terkait pembangunan jalan tol tersebut disampaikan warga karena sejumlah alasan, seperti lokasi yang akan dilewati adalah lahan pertanian produktif milik warga yang sebagian tanahnya merupakan tanah ulayat ataupun tanah kaum. Selain itu juga sejumlah rumah warga yang akan dilewati.

"Berdasarkan absen yang ada pada pertemuan itu ada sekitar 20 rumah dan 20 KK yang menolak. Surat penolakan sudah disampaikan semenjak November atau Desember tahun lalu," terangnya.

Salah seorang tokoh masyarkat Naga Nagari Koto Baru Simalanggang, Jasriman mengatakan, sebelum dilakukan sosialisasi pihak perencana pembangunan telah melakukan pematokan rencana rute pembangunan tanpa sepengetahuan warga.

"Pada pertemuan yang dilakukan antara pihak perencana pembanguan dengan masyarakat yang dilewati jalan tol tersebut kami telah menyampaikan sikap penolakan dalam forum pertemuan dengan pihak perencana pembangunan, jalan yang akan dibangun di nagari kami melewati 30 rumah dan 90 KK masyarakat," katanya.

Nagari Koto Baru Simalanggang juga telah menyurati pihak-pihak terkait untuk penyampaikan penolakan tersebut.

"Kami berharap pembangunan jalan tol dipindahkan pada daerah yang tidak padat penduduk dan lahan yang tidak produktif karena jika akan tetap dipaksakan pembanguna jalan tol tersebut di nagari kami, akan menimbulkan masalah baru di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Payakumbuh, Syaiful mengakui terkait adanya penolakan warga dari Nagari Taeh Baruah dan Nagari Simalanggang.

"Alasan warga menolak hal itu mungkin karena ada dampak sosial juga. Tapi kalau masyarakat yang terdampak langsung, ada yang menolak dan ada juga yang mendukung (rencana pembangunan jalan tol )," katanya.

Menyikapi hal itu, Syaiful menyebut, pihak kecamatan dan nagari terus berusaha menjelaskan kepada masyarakat terkait pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang merupakan program strategis nasional.

"Tentunya pihak-pihak di atas yang lebih punya peran penuh untuk menjelaskan ke masyarkat. Seperti kami di kecamatan dan nagari membantu untuk menjalankan program tersebut," katanya.

Ia mengakui, pihak kecamatan sudah menerima surat penolakan dari warga yang dimasukkan pada akhir tahun lalu. Surat itu juga dikirimkan ke pihak kabupaten.

"Dilihat dari rutenya, ada beberapa nagari di Kecamatan Payakumbuh yang akan dilewati, yaitu Nagari Koto Baru Simalanggang, Nagari Taeh Barua, Nagari Koto Tangah Simalanggang, dan sebagian nagari Piobang. Tapu yang memasukkan surat terkait penolakan hanya dari dua nagari, yaitu Koto Baru Simalanggang dan Taeh Baruah," terang Syaiful.

Meski surat penolakan sudah masuk ke pihak keccamatan, namun Syaiful menilai, surat tersebut belum mewakili suara dari seluruh masyarakat di kenagarian. (*)

Baca Juga

Editor: Taufik Hidayat

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com