Sensus Penduduk Berbasis Online di Sumbar, Efektifkah?

Ilustrasi KLIKPOSITIF
Ilustrasi KLIKPOSITIF (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar memberlakukan sensus penduduk secara online. Namun hingga pukul 24.00 WIB Senin (17/2) atau dua hari dilaksanakannya baru sebanyak 0,16 persen masyarakat Sumbar yang ikut serta.

Sensus berbasis online sudah bisa dilakukan masyarakat dari 15 Februari hingga 31 Maret 2020. BPS menargetkan 20 persen dari 5,5 juta jiwa jumlah penduduk Sumbar mengikuti sensus penduduk 2020 secara online.

Kepala BPS Sumbar Pitono menjelaskan, untuk sensus online masyarakat bisa mendaftarkan melalui laman sensus.bps.go.id untuk melakukan login.

Baca Juga

"Bisa menggunakan desktop atau smartphone," jelasnya, Rabu, 19 Februari 2020.

Pitono menyampaikan, sensus berbasis online belum ditargetkan 100 persen. Sebab belum semua kalangan bisa melakukannya. Sebagai penunjang, selain online juga dilakukan secara manual untuk mempercepat pelayanan dan memanfaatkan teknologi.

"Untuk memastikan data hasil sensus online tidak asal-asalan, BPS akan melakukan validasi dengan dicocokan dengan data Dinas Pencatatan Sipil di tiap daerah. Jika tidak sesuai, maka tim BPS akan melakukan sensus wawancara," ulasnya.

Adapun, untuk sensus wawancara, ungkap Pitono akan dilakukan pada Juli 2020.

"Kami akan menerjunkan sebanyak 6.984 petugas di seluruh Sumbar untuk melakukan sensus wawancara," pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengajak masyarakat didaerahnya memanfaatkan sensus penduduk tahun 2020 berbasis online guna memperbarui data dan mengisi data kependudukan.

"Untuk itu kepada masyarakat yang biasa menggunakan teknologi seperti laptop maupun hamdphone agar memanfaatkan sensus penduduk berbasis online ini. Jika online dalam pengisiannya bahkan tidak sampai lima menit," ujarnya.

Dikatakan Irwan, sensus penduduk 2020 tidak hanya berbasis online saja. Namun juga ada metode lain bagi masyarakat yang tidak dapat menggunakan teknologi. Yakni, metode wawancara.

"Nanti petugas BPS akan mendatangi rumah masyarakat untuk dilakukan pendataannya," tuturnya.

Fitri Anis (56) warga Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang mengaku belum mengetahui adanya sensus penduduk secara online. Ditambah lagi dia mengaku tidak punya handphone canggih untuk mendaftar.

"Baru tahu kalau ada sensus online, apalagi saya tidak punya handphone canggih (gadget maksudnya) untuk mendaftar," sebutnya kepada KLIKPOSITIF .

Dia mengaku lebih memilih yang manual karena keterbatasan akses teknologi. "Saya manual sajalah, biar untuk anak muda saja yang online-online itu," kata Fitri. (*)

Baca Juga

Editor: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com