Anak Buahnya Diduga Tilep Uang Infak Masjid, BAZ dan APBD, Gubernur: Kami Kecolongan

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Lima tahun (sejak 2013 sampai 2018) oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN ) berinisial RNT menilep uang infak Masjid Raya Sumbar , BAZ dan APBD tak terdeteksi pengawas internal Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).

RNT sebelumnya bertugas sebagai bendaharawan di Biro Bina Sosial sekarang bernama Biro Bina Mental dan Kesra leluasa memainkan uang Rp1,5 miliar dalam rentang lima tahun.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengakui pihaknya kecolongan dan baru mengetahui perbuatan tidak terpuji dari anak buahnya tersebut.

Baca Juga

"Kami kecolongan, iya kami kecolongan," katanya saat ditemui usai pengukuhan guru besar di Universitas Andalas, Kamis, 20 Februari 2020.

Dia menegaskan, perbuatan tersebut bisa jadi pembelajaran bagi pejabat lain. Apalagi lebih miris lagi uang tersebut merupakan uang umat.

"Ingat mati, kita tidak hidup selamanya, di dunia kita diuji. Ingat akhirat jangan dunia saja yang dipikirkan," sebut Irwan.

Terkait sanksi sebagai pegawai, gubernur menegaskan yang bersangkutan akan disaksi. Akan tetapi harus menunggu proses hukum dulu baru dijatuhkan sanksi.

"Pasti disanksi, sekarang sudah diproses hukum," tukasnya.

Sebelumnya keterangan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Drs. Alwis kepada KLIKPOSITIF , tak hanya infak masjid, dana BAZ dan uang APBD (Anggaran Pendapatan Belaja Daerah (APBD) juga ditilep RNT.

"Jadi jumlah keseluruhan dari hitungan inspektorat sekitar Rp1,5 miliar, dari jumlah itu ada APBD sekitar Rp600 juta. Namun jumlah pastinya sedang dihitung oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Karena menyangkut uang negara maka penghitungan jumlah kerugian melalui BPK," kata Alwis. (*)

Baca Juga

Editor: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com