PAD Kota Pariaman Ditargetkan Rp 58 Miliar

Pulau Angso Duo Pariaman
Pulau Angso Duo Pariaman (pariamankota.go.id)

PARIAMAN , KLIKPOSOTIF- Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kota Pariaman untuk 2020 ditargetkan sebesar Rp 58 miliar, perihal itu naik drastis dibandingkan target pada 2019 yang hanya sebesar Rp 42 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Buyung Lapau, menjelaskan pihaknya optimis tentang target tersebut berdasarkan potensi yang ada di kota Pariaman . "Target PAD untuk tahun ini naik drastis dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 42 miliar dengan realisasi 80 persen. Sekarang target dinaikan menjadi Rp 58 miliar," ungkap Buyung Lapau, di kantornya, Jumat 21 Februari 2020.

Untuk mencapai target itu Buyung menjelaskan Pemkot akan menggali berbagai potensi di Kota Pariaman . "Diantaranya kami akan naikan zona nilai tanah di mana seluruh total, seandainya tergali mencapai Rp 2 miliar. Lalu masukan dari sektor objek wisata pantai Gandoriah. Nantinya di pantai Gandoriah akan pakai tiket masuk," kata Buyung.

Baca Juga

Buyung mengatakan tiket masuk tersebut dilengkapi dengan portal sebanyak 4 portal. Pada masing masing portal dibuat pos untuk mengisi uang pembayaran secara non tunai. "Lalu ada juga di segi parkir yang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan. Saat itu kita akan terapkan sistem parkir berlangganan yang dibayar pertahun," katanya.

Buyung juga mengulas perihal pajak restoran dan hotel di kota Pariaman . Pendapatan pajak dari sektor restoran dan hotel dinilainya masih sangat rendah kesadaran membayar pajak.

"Rumah makan, restoran atau hotel sangat rendah kesadaran mereka dalam membayar pajak. Ini akan kami atasi di mana Walikota telah menekan MoU untuk peningkatan PAD serta akan bekerjasama dengan pihak kejaksaan berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) untuk mensosialisasikan pembayaran pajak," ungkap Buyung.

Buyung menilai, selama ini kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak lantaran opini yang dibangun masyarakat, bahwa membayar pajak adalah beban bagi mereka.

"Padahal tidak, contohnya restoran atau rumah makan, yang dipungut pajaknya bukan hasil dari pemilik melainkan pembayaran dari pembeli. Jadi logikanya pemilik silahkan ambil atau hitung untung miliknya dari penjualan, yang akan menjadi pajak adalah di luar itu semua," kata Buyung.

Buyung juga mengulas perihal pendapatan yang didapat dari Pajak Penghasilan atau PPH sebesar Rp 11 miliar.

Baca Juga

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com