Ini Komentar Ka Kwarda DIY Terkait Kegiatan Pramuka Susur Sungai Siswa SMPN 1 Turi Sleman

Ka Kwarda Da GKR Mangkubumi saat mengunjungi SMPN 1 Turi Sleman
Ka Kwarda Da GKR Mangkubumi saat mengunjungi SMPN 1 Turi Sleman (Ade Suhendra)

SLEMAN, KLIKPOSITIF -

Sebanyak 9 siswi SMPN 1 Turi Sleman dinyatakan meninggal dunia dan 1 orang masih belum ditemukan saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor, Pedukuhan Dukuh, Desa Donokerto, Turi, Sleman, Jumat 21 Februari 2020 kemarin. Hingga saat ini ratusan petugas yang tergabung dalam Tim Operasi SAR dari berbagai kalangan masih terus melakukan pencarian terhadap satu siswi yang hilang dalam kegiatan pramuka tersebut.

Ka Kwarda DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi saat kunjungan ke SMPN 1 Turi Sleman, Sabtu 22 Februari 2020. Ia mengatakan turut berduka cita atas peristiwa dalam kegiatan pramuka yang dilakukan Gugus Depan SMPN 1 Turi 15045-15046.

"Terimakasih kepada BPBD, Basarnas, Kepolisian, dan semua pihak yang telah membantu dalam kejadian ini. Ke depannya, kami dari Kwarda DIY meminta para pembina yang apabila melakukan kegiatan di luar sekolah agar memberitahu atau saling mengetahui," kata GKR Mangkubumi.

Baca Juga

Ia menambahkan bahwa kejadian yang dialami siswa SMPN 1 Turi Sleman ini diharapkan menjadi yang terakhir. Ia juga menyayangkan kalau nantinya ada kegiatan kepramukaan yang tidak diketahui oleh pihak sekolah.

"Kami juga akan meninjau kembali aturan atau kegiatan yang berbasis gugus depan atau di sekolah. Jangan sampai kegiatan kepramukaan sekolah tidak diketahui sekolah. Kami juga sesegara mungkin akan mengundang pelatih yang akan memberikan pengetahuan terkait pencegahan kebencanana," ujarnya.

Ia mengimbau kepada pembina pramuka untuk lebih berhati-hati dalam memilih kegiatan outdoor. Apalagi menurutnya jumlah siswa yang banyak hanya dengan pendamping 7 orang itu tidak akan mampu menghandle dan tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut juga telah mengumpulkan kepala sekolah tingkat SD dan MTS/SMP. Ia menyampaikan bahwa seluruh kegiatan yang berhubungan di luar sekolah tidak boleh dilakukan sementara dan akan ditinjau kembali.

Baca Juga

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com