Mau Beraktivitas di Alam Bebas? Yuk Buat Perencanaan Perjalanan

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

KLIKPOSITIF -- Peristiwa Susur Sungai Sempor pada kegiatan Pramuka di SMPN 1 Turi Sleman, Yogyakarta menjadi catatan penting untuk kita, bahwa setiap berkegiatan di alam bebas harus dibekali beberapa kemampuan.

Fasilitator Sekolah Alam Minangkabau, Ade Rahadian mengatakan, yang pertama kali harus dilakukan bagi seseorang maupun kelompok yang ingin melakukan kegiatan di alam bebas adalah adanya ' Perencanaan Perjalanan '.

Menurutnya, perencanaan diperlukan agar apa yang akan dilaksanakan dapat berlangsung dengan baik, lancar dan tidak mengalami hambatan yang berarti.

"Dalam melakukan aktivitas di alam bebas unsur perencanaan perjalanan merupakan satu hal terpenting dalam keberhasilan sebuah kegiatan. Tanpa perencanaan yang baik dan matang, sulit mengharapkan kegiatan yang akan dilakukan bisa memberikan hasil yang baik, bahkan seringkali menjadi satu bencana. Kesalahan kecil apabila tidak bisa ditanggulangi secara dini,bisa menjadi akibat yang besar dan fatal," katanya.

Pria yang aktif dalam kegiatan alam bebas mulai dari panjat tebing, mendaki gunung dan arung jeram sejak tahun 1983 tersebut menjelaskan, mempelajari lokasi kegiatan merupakan langkah awal dalam membuat perencanaan perjalanan dan ini mutlak harus dilakukan. Survey lokasi bertujuan untuk mengetahui area/lokasi di mana akan dilaksanakannya kegiatan tersebut.

"Terutama untuk satu kegiatan yang mempunyai resiko tinggi dan melibatkan banyak orang. Satu tim khusus harus ditugaskan untuk melakukan survey lokasi," ujarnya.

Ade melanjutkan, tim survey bertugas mencari informasi tentang area/lokasi tersebut. Jika akan melakukan kegiatan di sungai, informasi lengkap tentang area sungai tersebut harus dikantongi oleh tim.

"Tentang arus sungai, lebar dan panjangnya, kedalaman sungai, tinggi air minimum dan maksimum, hambatan yang ada di sepanjang lokasi sungai, tumbuh-tumbuhan yang ada, cuaca, adat istiadat penduduk setempat, dan lainnya," tuturnya.

Ade melanjutkan, semua informasi tersebut haruslah diketahui. Tim survey menurutnya juga harus mencari informasi tentang dimana camp induk atau posko yang akan didirikan dan untuk melapor pada pejabat setempat serta untuk menghubungi puskesmas atau dokter setempat (untuk bekerja sama apabila ada kecelakaan dalam perjalanan).

Kemudian, juga harus diketahui potensi bahaya apa saja yang mungkin timbul di lokasi tersebut bila kegiatan itu dilakukan di sana. Disamping mendatangi langsung lokasi, informasi awal dapat dilakukan dengan bertanya kepada orang yang tahu dan paham lokasi, serta dari buku atau mempelajari peta.

"Dengan terkumpulnya seluruh informasi kita dapat merencanakan perjalanan sematang mungkin. Lakukanlah pengecekan dan konfirmasi seluruh informasi apa yang telah masuk," kata Ade lagi.

Ade menyebut, hampir semua kegiatan alam bebas merupakan aktivitas berisiko tinggi (high risk activity), seperti panjat tebing, arung jeram, pendakian gunung, menyelam, terjun payung, susur sungai, caving dan lainnya. Sementara lokasi beresiko tinggi itu diantaranya berada di gunung, hutan, sungai, laut, goa, dan di udara.

Untuk itu, lanjutnya, setiap yang ingin melakukan kegiatan di alam bebas , hendaklah memiliki empat kemampuan dasar yakni, kemampuan teknis yang erat kaitannya dengan kegiatan yang akan dilakukan.

Selanjutnya, kemampuan dasar seperti navigasi, tali-temali, survival, botani, SAR, P3K mutlak dimiliki setiap pelaku aktivitas alam bebas . Kemudian kemampuan fisik, ini penting sebagai pendukung keberhasilan sebuah kegiatan. Tanpa kemampuan fisik yang baik, jangan berharap akan mencapai keberhasilan dalam melakukan aktivitas.

"Kemampuan Kemanusiawian, kemampuan ini sering terabaikan, padahal memegang peranan yang sangat penting. Kemampuan ini, adalah kemampuan untuk bisa meningkatkan rasa percaya diri, memimpin dan dipimpin, kemampuan untuk bersabar, menjaga konsentrasi, bersikap positif," ujar Ade.

"Kemampuan dalam pemahaman lingkungan, kemampuan ini berkaitan dengan, peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya yang datang dari lingkungan, terutama dari lingkungan yang asing dan baru. Unsur Keamanan dalam berkegiatan di alam terbuka merupakan hal yang harus mendapat perhatian utama. Kegiatan di alam bebas sekecil apapun tetap harus memperhatikan unsur keamanan di dalamnya," pungkasnya.

Editor: Haswandi

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com