Masih Ingat Halaman Sekolah Penuh Tanaman Pisang di Padang Pariaman? Kini Tanpa Kepala Sekolah

Lapangan sekolah SDN 10, Patamuan yang ditanami pisang, ubi dan kelapa
Lapangan sekolah SDN 10, Patamuan yang ditanami pisang, ubi dan kelapa (rehasa)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF - Lima bulan sudah lamanya, lapangan sekolah SDN 10 Patamuan ditanami pohon pisang, ubi dan kelapa oleh pemilik lahan, selama itu juga 160 beserta 5 guru PNS dan 3 guru honor tidak pernah melakukan upacara bendera.

Pada Selasa (25/2) KLIKPOSITIF menyambangi sekolah tersebut. Pohon pisang yang ditanam pada lima bulan terakhir tampak matang, sementara murid di sekolah tersebut bermain di kebun milik warga yang bukan kawasan sekolah.

"Semenjak lapangan sekolah ditanami kami tidak pernah upacara bendera dan aktifitas ekstra kurikuler di lapangan. Ini sudah terjadi selama 5 bulan lamanya," kata Desmawati salah satu guru SDN 10 Patamuan, Padang Pariaman , Selasa 25 Februari 2020.

Baca Juga

Perihal tersebut sangat disayangi oleh pihak guru, bukan saja karena menyinggung persoalan nasionalisme tentang upacara bendera yang selalu batal melainkan karena berdampak pada psikis dan moral murid.

"Bukan saja soal upacara bendera melainkan semenjak lapangan ditanami pisang, kelakuan murid semakin aneh. Mereka (murid) setiap hari mandi di sungai, merokok bahkan ada beberapa kali mencuri rokok di kedai dekat sekolah," jelas Desmawati.

Pihaknya kesulitan mengontrol aktifitas murid di jam istirahat. Dikatakannya murid kucar kacir, sampai sering terlambat masuk belajar usai jam istirahat pertama.

"Kami bingung dengan sutuasi ini. Apalagi semenjak kepala sekolah pindah ke Sungai Limau pada Januari 2020 kami tambah kehilangan pedomon. Tak tau persoalan ini dilimpahkan kemana, sampai sekarang kami tidak punya kepala sekolah," ungkap guru itu.

Desmawati sangat berharap, pihak pemerintah setempat segera mencari solusi terkait hal tersebut. Dia takut lama kelamaan psikis dan moral murid menjadi semakin bermasalah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, perihal ini menjadi permasalahan saat pihak pemilik tanah tempat sekolah itu berada tidak dilibatkan dalam pengukuran untuk sertifikat tanah. Pemilik lahan kemudian memancangkan tanaman sebagai tanda tanah mempunyai tuhan yang harus dilibatkan.

Baca Juga

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com