Geledah RSUD Adnan WD, Penyidik Sita Puluhan Dokumen Terkait Dugaan Korupsi Insinerator

Penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh saat melakukan penggeladahan di RSUD Adnan WD, Selasa (25/2).
Penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh saat melakukan penggeladahan di RSUD Adnan WD, Selasa (25/2). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Dugaan korupsi terkait insinerator atau alat pembakaran limbah medis di Kota Payakumbuh memasuki babak baru. Selasa (25/2) siang, belasan penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh melakukan penggeledahan di beberapa ruangan RSUD Adnan WD Payakumbuh .

Diantara ruangan yang digeledah tim penyidik yang datang menggunakan rompi bertuliskan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi itu adalah ruang arsip dan ruang direktur. Penggeladan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu baru selesai sekitar pukul 15. 30 WIB, setelah tim meninggalkan RSUD Adnan Wd Payakumbuh .

"Penggeledahan ini untuk proses penyelidikan dugaan korupsi pada kegiatan Insinerator ," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Payakumbuh , Satria Lerino usai melakukan penggeledahan, Selasa (25/2).

Baca Juga

Pada penggeledahan tersebut, penyidik menyita belasan dokumen dari ruang arsip. Sedangkan dirungan direktur, penyidik menyita puluhan dokumen serta berkas penting terkait kegiatan insinerator .

"Semua dokumen kita sita untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Ada puluhan dokumen yang kita sita,"terang Kepala Seksi Pidana Khusus tersebut.

Dijelaskan Rino, dokumen yang disita itu merupakan seluruh kegiatan tahun 2015 dan 2016. Dugaan korupsi proyek insinerator berawal dari tidak berfungsinya alat pembakar limbah medis B-3 setelah dilakukan pengadaan barang tersebut. Tak hanya itu, kegiatan insinerator senilai Rp1,8 Miliar tersebut juga jadi sorotan DPRD dan adanya penolakan dari warga.

Sejak 2019, proyek tersebut mulai masuk ke ranah hukum. Kejaksaan Negeri Payakumbuh terus melakukan penyelidikan, satu persatu pihak terkait dipanggil untuk pemeriksaan.

Sedangkan, Ketua Tim Penggeledahan yakni Kepala Seksi Intelijen Robi Prasetya menerangkan penggeledahan dilakukan selama 4 jam lebih dengan melibatkan belasan penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh . Penyidik menyita satu ransel berkas yang berisi puluhan dokumen penting terkait kegiatan insinerator .

Dikatakan Roby Prasetya, dari penggeledahan yang dilakukan, penyidik belum menemukan beberapa dokumen terkait pengadaan barang dan jasa. Ia menilai, ada indikasi dihilangkannya sejumlah dokumen yang dibutuhkan oleh penyidik.

"Ada dokumen dan data yang belum kita temukan. Indikasinya dihilangkan,"tegas Robi Prasetya. (*)

Baca Juga

Editor: Taufik Hidayat

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com