Polisi Kembali Tetapkan Dua Tersangka Terkait Tragedi Susur Sungai Pelajar SMPN 1 Turi Sleman

Polisi kembali tetapkan tersangka dalam kasus tragedi susur sungai di Sleman
Polisi kembali tetapkan tersangka dalam kasus tragedi susur sungai di Sleman (Ade Suhendra)

SLEMAN, KLIKPOSITIF - Polisi kembali tetapkan dua tersangka atas tragedi susur sungai yang dilakukan pelajar SMPN 1 Turi Sleman yang mengakibatkan 10 siswi meninggal dunia. Penetapan ini disampaikan Wakapolres Sleman Kompol M. Akbar Bantilan saat press conference di Polres Sleman, Selasa 25 Februari 2020.

Wakapolres Sleman mengatakan sebelumnya, satu tersangka telah ditetapkan yaitu IYA (36). Kemudian setelah melakukan penyidikan dan memenuhi dua alat bukti dan kesaksian dari berbagai saksi, pihaknya kembali menetapkan dua orang tersangka dari 7 pembina pramuka di SMPN 1 Turi Sleman.

"Hari ini kami umumkan kepada rekan-rekan media bahwa setelah melakukan penyidikan kami tetapkan dua tersangka lagi yaitu R (58 tahun) dan DDS (58 tahun). Keduanya merupakan pembina pramuka dari SMPN 1 Turi Sleman," kata Kompol M. Akbar Bantilan

Baca Juga

Ia menjelaskan bahwa saat kejadian di Sungai Sempor, Jumat 21 Februari 2020 hanya 4 pembina yang ikut turun ke sungai dari 7 pembina yang ada. Sedangkan 3 pembina lainnya tidak ikut karena berada di tempat lain yaitu di sekolah menjaga barang-barang, menunggu di titik finish. Sedangkan IYA yang pertama kali ditetapkan sebagai tersangka saat itu pergi ke bank melakukan transfer uang.

"Ketiganya justru tidak ikut terlibat karena mereka seharusnya yang menjadi penentu baik itu ide lokasi, maupun kelalaian yang dilakukan saat melakukan kegiatan tersebut. Berdasarkan peran masing-masing maka ketiganya kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini," ujarnya.

Hingga saat ini dikatakan Kompol M. Akbar Bantilan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 24 saksi. Semua saksi berasal dari berbagai kalangan seperti ketujuh pembina pramuka yang terlibat, pengurus kwartir cabang, warga atau pengelola wisata, kepala sekolah, orang tua korban, dan anak-anak yang selamat.

"Kasus ini masih akan terus bergulir dan kami akan bekerja penuh kehati-hatian. Kemudian kami juga akan mengumpulkan saksi, alat bukti lain, mulai dari surat kematian, orang tua korban, baik yang luka, perangkat kecamatan, desa dukuh, sudah diambil. Untuk itu berdasarkan proses penyidikan ketiganya dikenakan Pasal 359 dan 360 dimana karena kelalaiannya mengakibatkan orang meninggal dunia dan mengalami luka berat yang ancaman penjara 5 tahun dan denda," katanya.

Tragedi susur sungai di Sungai Sempor yang terjadi pada Jumat 21 Februari 2020 sekitar pukul 15.30 WIB ini sendiri melibatkan 249 siswa SMPN 1 Turi, Sleman. Sebanyak 10 siswi dinyatakan meninggal dunia karena terseret arus sungai dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com