Program Rehabilitasi BNNP Sumbar, Pemulihan Berbasis Masyarakat

Badan Narkotika Nasional
Badan Narkotika Nasional (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar Josa Maidi mengatakan, program rehabilitasi bagi pecandu narkoba di tahun 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Jika tahun lalu sifatnya menunggu, ada program rehabilitasi berkelanjutan. Sekarang program rehabilitasi melibatkan masyarakat, nanti namanya pemulihan berbasis masyarakat dan agen pemulihan," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Selasa (25/2/2020).

Tujuannya, lanjut Josa Maidi, agar yang memantau itu masyarakat, kita harus mengikutkan kontribusi masyarakat. Selama ini mungkin, pascarehabilitasi, kembali ke masyarakat, masyarakat tidak peduli.

Baca Juga

"Hal itu yang kita munculkan ke masyarakat, pascarehabilitasi harap difasilitasi fungsi sosial, kreativitas dan produktivitas bagi mantan pencandu narkoba ," ujarnya.

Josa Maidi menambahkan, salah satu rencana BNNP Sumbar kedepan, dan ini sudah berjalan seperti memberikan pelatihan UMKM atau yang ingin legalitas pasti kita titip di BLK (Balai Latihan Kerja). Nantinya bagaimana dia berfungsi sosial, bisa produktivitas sendiri tentu dengan bantuan masyarakat sekitar untuk memulihkan semangat mereka.

"Mantan pecandu narkoba memiliki hak untuk bangkit dan merupakan generasi penerus bangsa. Apalagi pecandu narkoba adalah korban yang harus dirangkul. Itu mindset rehabilitasi ," tuturnya.

Sementara itu, di sepanjang tahun 2019, BNNP Sumbar telah merehabilitasi 220 pecandu narkoba, dengan rincian, 150 pecandu direhabilitasi rawat jalan, kemudian 70 lagi dikirim ke Balai Besar Rehabilitasi BNN RI di Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk rawat inap. Sejak awal tahun 2020 sudah 47 pecandu yang direhabilitasi.

"Tahun kemarin itu, paling banyak direhabilitasi laki-laki, seperempatnya perempuan. Dari ratusan pecandu narkoba yang direhabilitasi 30 persen di bawah umur. Jenis yang digunakan didominasi sabu dan ganja," tuturnya.

"Harapan kita sedikit direhabilitasi, semakin sadar masyarakat. Seminim mungkin direhabilitasi, penyalahgunaan tidak ada, pengedar tidak ada. Pencegahan berjalan, rehabilitasii berjalan, pemberantasan berjalan," pungkasnya kemudian.(*)

Baca Juga

Editor: Muhammad Haikal

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com