Bakal Tantang Petahana, Calon Perseorangan di Lima Puluh Kota Wajib Punya Konsultan Politik

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand), Asrinaldi menilai, calon bupati dan wakil bupati yang maju melalui jalur perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lima Puluh Kota pada 2020 ini wajib memiliki konsultan politik agar bisa bersaing dengan petahana yang kemungkinan besar juga akan kembali bertarung pada perebutan kursi nomor satu di Luak Nan Bungsu tersebut.

Seperti diketahui, untuk Pilkada Kabupaten Lima Puluh Kota ada pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan atau independen yang sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah tersebut. Pasangan itu adalah Maskar M. Dt. Pobo - Marlis dan Ferizal Ridwan - Nurkhalis.

"Ini kerja serius, memang harus ada konsultan yang paham dengan itu. Tidak bisa hanya kerja berkelompok atau cerita-cerita sambil minum kopi, itu tidak bisa. Jadi mesti serius kalau memang ingin menang. Harus ada konsultan politik, paling tidak orang yang paham dengan politk, dengan pemilu dan Pilkada nanti," kata Asrinaldi ketika dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga

Menurut Asrinaldi, Pilkada Kabupaten Lima Puluh Kota cukup menarik, karena pada 2015, dari empat calon yang bersaing, juga ada satu calon yang maju melalui jalur perserongan.

Ia memprediksi, untuk 2020 ini, jumlah pasangan calon di Pilkada Lima Puluh Kota kemungkinan juga akan ada empat atau lebih pasangan calon.

"Yang perlu diperhatikan itu, berapa dukungan yang diperlukan untuk memenangkan Pilkada. Sebaran peta dukungan di mana saja? Basisnya di mana saja? Hal itu perlu dikonkretkan. Harus ada target-target yang bisa dipetakan, berapa dukungan yang harus mereka dapat di masing-masing kecamatan," katanya.

Dia menilai, calon yang maju melalui jalur perseorangan itu harus mampu memanfaatkan jaringan dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan surat dukungan yang sudah mereka terima secara sukarela dari masyarakat.

"Sekarang tergantung bagaimana dia (pasangan calon perseorangan) memanfaatkan itu sebagai jaringan politik," tegasnya.

Terkait peluang untuk memenangkan Pilkada, Asrinaldi menyebut, petahana akan semakin diuntungkan apabila terdapat banyak calon yang bersaing.

"Karena incumbent (petahana) punya track record dan sumber daya yang bisa dimanfaatkan. Itu keunggulan incumbent," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Editor: Taufik Hidayat