Rambah Pasar Internasional, Usaha Pertanian Kopi Solok Semakin Menggeliat

Petani memanen Kopi yang dikembangkan koperasi Kopi Solok Rajo di Kecamatan Lembah Gumanti
Petani memanen Kopi yang dikembangkan koperasi Kopi Solok Rajo di Kecamatan Lembah Gumanti (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Geliat pengembangan Kopi Solok kian terus menggairahkan. Ribuan ton kopi kering dihasilkan setiap tahunnya dan mayoritas dipasarkan di pasar luar negeri.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok , Si Is, ada dua jenis kopi unggulan yang dikembangkan petani kopi di kabupaten Solok.

baca juga: Tenggelam di Embung, Seorang Pelajar Solok Meninggal Dunia

"Petani kita banyak menanam kopi jenis Robusta dan Arabika dan sebarannya berda di berbagai kawasan di kabupaten Solok," ungkap Si Is, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, sepanjang tahun 2019 di Kabupaten Solok , luas areal tanam kopi Arabika lebih kurang 1.797,5 hektare dengan produksi biji kering sebanyak 888,8 ton pertahun.

baca juga: Terpapar Rekan Kerja, Warga Koto Baru Positif COVID-19

"Ada lebih kurang 3.234 KK yang menggantungkan hidupnya dengan bertani Kopi Arabika dengan sebaran tanam tertinggi di Kecamatan Pantai Cermin," terangnya.

Sedangkan, untuk Kopi Robusta luas areal tanam mencapai lebih kurang 6.536,5 hektare dengan produksi biji kering sebanyak 1.584 ton dengan lebih kurang 7.169 petani

baca juga: Puluhan Petugas Medis Kontak Dengan Pasien COVID-19, RSUD Arosuka Ditutup

"Kita mendorong petani untuk terus mengembangkan produk pertanian sesuai dengan potensi daerah, salah satunya dengan membuka ruang akses permodalan terhadap perbankan," terangnya.

Dari data BPS Kabupaten Solok , produksi Kopi Arabika di Kabupaten Solok tahun 2018 mencapai 672,15 ton dengan luas tanam sekitar 1.690,5 hektare.

baca juga: Jenazah Dimakamkan Keluarga, Ternyata Warga Kotobaru Solok Ini Positif COVID-19

Sementara jenis Kopi Robusta, produksi tahun 2018 hanya sekitar 1.382,95 ton dengan luas tanam sekitar 6.549 hektare dengan luas tanam tertinggi di kecamatan Pantai Cermin.

Sementara itu, Ketua Koperasi Serba Usaha Solok Radjo, Alfadriansyah menyebutkan, pihaknya terus melakukan perluasan lahan tanaman kopi , serta meningkatkan bibit untuk terus dikembangkan.

"Untuk mengembangkan usaha kopi ini, banyak hal yang harus terus kita perbaiki, baik dari SDA maupun SDM nya sendiri," terangnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi