Alami Ginjal Kronis, Anak Petani Solok Ini Butuh Uluran Tangan

Elmayunis saat berada di ruang humas RSUP M. Djamil Padang
Elmayunis saat berada di ruang humas RSUP M. Djamil Padang (Ist)

KABUPATEN SOLOK , KLIKPOSITIF - Elmayunis tak tahu harus berbuat apa lagi, karena hingga hari ke 22 anak bungsunya Nur Intan Najwa (8) masih dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) M. Djamil Padang, lantaran sakit ginjal kronis yang dialaminya.

Warga Jorong Pabusuik, Nagari Sibarambang, Kecamatan X Koto Diateh, Kabupaten Solok ini gundah, karena selama 22 hari anaknya dirawat, tagihannya sudah mencapai lebih kurang Rp45 juta.

"Sampai hari Senin kemarin (24/2/2020), saya minta tagihannya pada pihak rumah sakit, tagihannya sudah sekitar Rp45 juta, belum termasuk biaya dua hari terakhir," ungkapnya lirih saat menjawab KLIKPOSITIF melalui telepon genggam.

Baca Juga

Dari total tagihan tersebut, diakuinya belum sepeserpun dibayar. Apalagi, dirinya dan suami hanyalah petani dengan penghasilan pas-pasan. Belum terbayang olehnya uang untuk membayarnya.

Diceritakannya, sebelum dirawat di RSUP M. Djamil, anaknya yang masih duduk di kelas II SD itu sempat dirawat di RSUD Sawahlunto, kemudian dirujuk ke RSUD M. Natsir Solok.

Lantaran tidak bisa ditangani di RSUD M. Natsir, Nur Intan Najwa kemudian dirawat di RSUP M. Djamil. Saat ini, kondisi kesehatan anaknya juga belum menampakkan kemajuan berarti.

"Sudah sekitar dua minggu anak saya koma, dia sudah tidak tahu apa-apa, rencananya hari ini kembali dirawat di ICU dan biayanya cukup besar," sebutnya.

Sudah tiga minggu lebih Elmayunis bersama suaminya, Dang Yani menunggui anaknya di M. Djamil. Otomatis, mereka tidak lagi bekerja. Pasutri ini hanyalah petani yang mengambil upah di sawah orang.

Saat dirawat di M. Djamil, anaknya juga tidak terdaftar sebagai pasien BPJS Kesehatan, sementara jalur pasien umum tentu biayanya cukup besar.

"BPJS Kesehatan ada, cuma sudah tidak aktif. Jadi terpaksa masuk sebagai pasien umum, dan biayanya sangat besar, dengan apa kami bayar nantinya," bebernya.

Selama perawatan, ulasnya, nyaris dua kali seminggu anaknya harus menjalani cuci darah. Untuk sekali cuci darah bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah.

"Saya sudah meminta bantuan kepada pihak Baznas Kabupaten Solok , tapi belum ada tanggapan," sebutnya.

Dirinya sangat berharap ada orang dermawan yang mau meringankan biaya perawatan anaknya. Apalagi, anaknya masih menjalani perawatan sampai waktu yang belum ditentukan. Butuh biaya yang sangat besar.

"Kalau ada yang membantu, kami sangat bersyukur, mohon doanya semoga anak kami cepat sembuh," tutupnya.

Bagi masyarakat dan dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu biaya pengobatan Nur Intan Najwa bisa menyalurkan bantuan melalui rekening BNI dengan nomor 0905753548 atas nama Dang Yani (Ayah Nur Intan Najwa).

Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP Dr. M. Djamil Padang, Gustavianof membenarkan adanya warga Kabupaten Solok yang dirawat karena penyakit ginjal kronis di RSUP M. Djamil.

"Nur Intan Najwa dirawat di ruangPediatric Intensive Care Unit (PICU). Ruang PICU merupakan ruang perawatan intensif bagi anak dengan gangguan kesehatan serius atau yang berada dalam kondisi kritis," terangnya.

Menurutnya, bagi pihak rumah sakit, yang terpenting adalah memberikan pelayan pada semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis. Pemberian pelayanan kesehatan merupakan hal yang utama bagi setiap pasien.

"Tugas pokok kami tentunya memberikan pelayanan kesehatan maksimal tidak memandang apapun itu, yang jelas segala sesuatu itu ada aturannya, persoalan biaya merupakan hal lain yang memiliki mekanisme tersendiri," tutupnya.

Baca Juga

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com