Masker Langka, Polres Payakumbuh Selidiki Indikasi Penimbunan

Polres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan.
Polres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Kelangkaan masker yang beberapa hari terakhir terjadi di Kota Payakumbuh dan sekitarnya jadi perhatian serius Polres Payakumbuh .

Kapolres Payakumbuh , AKBP Dony Setiawan menyebut, berdasarkan pantauan anggotanya di lapangan, saat ini di mini market, toko-toko, dan apotek yang ada di Payakumbuh cukup sulit menemukan masker dan pembersih tangan.

baca juga: Pulang dari Rantau, Satu Orang Warga Lima Puluh Kota Positif COVID-19

"Personel kita juga sudah ada yang melaporkan bahwa masker dan pembersih tangan sudah habis. Padahal dari fakta yang kita lihat, tidak banyak masyarakat yang menggunakan masker ," kata AKBP Dony, Selasa (3/3).

Dikatakan AKBP Dony, meski masih di sejumlah tempat masih ditemukan ada yang menjual masker , tapi harganya naik cukup signnifikan bahkan kenaikannya berkali-kali lipat dibandingkan harga normal.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

Menyikapi hal itu, pihaknya sedang menyelidiki indikasi ada penimbunan barang untuk masker dan pembersih tangan. Polres Payakumbuh akan menindak toko atau oknum yang dengan sengaja melakukan penimbunan.

"Kita akan tindak bagi oknum yang dengan sengaja menimbun untuk mencari keuntungannya sendiri. Ini akan kita selidiki dulu dan kita pastikan dulu sebelum di tindak," kata dia.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

AKBP Dony juga mengimbau masyarakat agar dapat melaporkan ke pihak kepolisian apabila mencurigai atau mendapatkan oknum yang sengaja melakukan penimbunan.

"Mohon kerja sama juga dari masyarakat, kalau ada yang dicurigai coba lapor dulu nanti kami akan selidiki kepastiannya," ujarnya.

baca juga: Pulang dari Jakarta, Seorang Warga Sungai Geringgiang Pariaman Positif COVID-19

Sementara itu, Riri (24) mengakui, bahwa masker sudah cukup ditemukan di sejumlah toko, apotek, ataupun mini market di Payakumbuh .

"Di toko langganan saya biasanya tidak ada lagi masker ," akunya, Selasa, (3/3). (*)

Editor: Taufik Hidayat