Pemkab Agam Alihkan Siswa Belajar ke Rumah, Begini Teknisnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Isra
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Isra (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Mulai hari ini, proses belajar mengajar (PBM) di Agam dialihkan ke rumah masing-masing hingga 14 hari kedepan.

Sesuai instruksi Bupati Agam , Dr. H. Indra Catri, pengalihan ini sebagai upaya untuk penanganan dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di daerah itu. Serta surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor " 3 tahun 2020 tentang pencegahan Covid-19.

baca juga: Kepala Dinas Positif COVID-19 di Solsel Pernah Berinteraksi dengan Pembawa Paket dari Padang

Berdasarkan itu, ada beberapa teknis pembelajaran yang diterapkan selama siswa belajar di rumah. Yaitu, bagi sekolah berada di wilayah memiliki internet gurunya merancang pembelajaran secara daring, menggunakan aplikasi yang disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Aplikasi yang dapat digunakan seperti Rumah Belajar , Guggle G Suites for Education, Kelas Pintar, Miscrosoft Office 365, Quipper School, Rumah Online Ruang Guru, Sekolahmu, Zenius dan Anggun PAUD.

baca juga: Pemkab Tanah Datar Matangkan Persiapan New Normal

Sedangkan bagi sekolah yang berada di wilayah tidak memiliki jaringan atau siswa tidak memiliki handphone, guru memberikan tugas secara manual.

Kemudian tugas yang dikerjakan siswa dikirim kembali ke guru melalui Whatsapp dalam bentuk foto dan diperiksa setiap harinya. Khusus tugas manual diserahkan saat mulai sekolah 3 April 2020.

baca juga: Jalan Alternatif Padang-Bukittinggi Via Malalak Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam , Isra di Lubuk Basung mengatakan bahwa koordinator unit kerja kecamatan, pengawas, penilik, kepala sekolah , pendidik, tenaga kependidikan, pamong belajar dan staf tetap hadir seperti biasa dengan mengerjakan tugas yang menjadi tanggungjawab.

"Teknis pembelajaran ini sudah diberitahukan ke sekolah -sekolah melalui Surat Edaran Nomor : 421/1539/DISDIKBUD/2020 tentang pencegahan Covid-19," ujarnya.

baca juga: Satu-satunya Pasien COVID-19 Sembuh, Kota Solok Bebas Corona

Dikatakan Isra, khusus tugas manual sudah diberikan guru kepada siswa Kamis (19/3) untuk 14 hari ke depan. Sedangkan pembelajaran secara daring diberikan tugas setiap hari via whatsapp.

"Kita juga mengimbau pihak sekolah untuk menunda kegiatan yang melibatkan orang banyak seperti studi wisata, perpisahan, kompetensi dan lain sebagainya," sebutnya. (rilis)

Editor: Rezka Delpiera