Waspada Corona, Disdukcapil Kabupaten Solok Terapkan Layanan Adminduk Online

SOLOK, KLIKPOSITIF - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jabupaten Solok secara resmi menunda layanan tatap muka untuk pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) selama 14 hari, terhitung mulai 23 Maret 2020.

Untuk sementara waktu, layanan administrasi kependudukan dialihkan ke layanan Gerakan Online (GO) Disdukcapil. Masyarakat diminta untuk tidak datang langsung mengurus administrasi kependudukan ke Kantor Disdukcapil, kecuali memang sangat mendesak.

baca juga: Kepala Dinas Positif COVID-19 di Solsel Pernah Berinteraksi dengan Pembawa Paket dari Padang

Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam surat edaran Bupati Solok nomor 420/28/DKPS-2020 tentang Penundaan Pelayanan Tatap Muka Administrasi Kependudukan dan Penggiatan Layanan GO (Gerakan Online) Dukcapil.

Untuk pengurusan Adminduk sementara, masyarakat bisa mengirimkan foto berkas persyaratan asli melalui whatsapp di nomor 0821 4382 0629, atau email disdukcapil@solokkab.go.id dan juga mengecek syarat dan lainnya melalui website www.disdukcapilsolokkab.go.id. masyarakat juga diminta menyertakan nomor Handphone yang bisa dihubungi.

baca juga: Pemkab Tanah Datar Matangkan Persiapan New Normal

"Jadi, masyarakat bisa mengirimkan foto asli dari syarat yang diperlukan, dan akan kami proses. Nantinya akan kita terbitkan dan kirim langsung ke pemohon untuk bisa dicetak sendiri (kecuali KTP-el dan KIA) menggunakan kertas HVS," terang sekretaris Disdukcapil, Tistuti Kamal, Jum'at (20/3/2020).

Selain itu, ulasnya, masyarakat juga bisa mengambil langsung di loket distribusi Disdukcapil Kabupaten Solok . Setidaknya, dengan layanan online, masyarakat tidak lagi menumpuk untuk mengantri serta menghindari kerumunan.

baca juga: Satu-satunya Pasien COVID-19 Sembuh, Kota Solok Bebas Corona

Untuk kebutuhan pengurusan KTP elektronik yang sifatnya sangat mendesak, pihak Disdukcapil Kabupaten Solok tetap membuka layanan secara tatap muka, namun dengan menerapkan penanganan khusus.

Dalam penanganan khusus yang sifatnya mendesak, petugas layanan harus menggunakan sarung tangan dan masker sementara pemohon nantinya akan diperiksa dulu suhu tubuhnya dan menggunakan hand sanitizer sebelum berinteraksi.

baca juga: Pandemi COVID-19, Hotel di Padang Ini Sempat Jualan Takjil untuk Tutupi Biaya Operasional

"Saat ini banyak juga masyarakat yang memerlukan KTP Elektronik secara cepat dan mendesak, seperti untuk pengurusan BPJS, pengurusan administrasi di rumah sakit dan pendaftaran TNI-Polri, yang sifatnya mendesak tetap kita layani secara tatap muka," terangnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Rezka Delpiera