Disdik Pasbar Masih Tunggu Juknis Kemendikbud, Libur Sekolah Diperpanjang?

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Barat
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Barat (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Hingga saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Barat masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari Kemendikbud terkait aturan dari pemerintah pusat untuk ujian nasional ( UN ) yang telah ditiadakan.

"Kita sudah menerima surat dari Kemendikbud bahwa UN akan ditiadakan, karena bangsa kita sedang dilanda virus corona," sebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman Barat, Marwazi kepada wartawan Rabu (25/3/2020).

Ia menjelaskan, meniadakan ujian nasional yang diterima untuk tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah lanjutan tingkat pertama di Pasbar . Sedangkan untuk sekolah lanjutan tingkat atas sederajat kewenangannya berada di provinsi.

Baca Juga

Meski begitu kata Marwazi, pihak nya pun sudah mengetahui bahwa ujian nasional untuk sekolah lanjutan tingkat atas tetap ditiadakan. Namun untuk penggantian ujian nasional ini belum bisa dipastikan, diganti dengan ujian sekolah.

"Kita masih menunggu hingga saat ini Juknis dari Kemendikbud. Apakah diganti dengan ujian sekolah, kita belum bisa memastikan," kata Marwazi.

Sedangkan hingga saat ini, siswa di Kabupaten Pasaman Barat telah dipindahkan belajar dari sekolah ke rumah. Sesuai edaran Bupati Pasaman Barat terkait dengan COVID-19, siswa didaerah itu diliburkan hingga 2 April mendatang.

"Kita masih melihat perkembangan kasus COVID-19 ini, hingga saat ini kami terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19. Untuk memperpanjang libur, belum bisa dipastikan," ungkap Marwazi.

Disamping itu ia juga meminta kepada orang tua, agar para anak nya dirumah diberikan pembelajaran. Sebab kata dia, dengan dipindahkan belajar kerumah, otomatis orang tua akan menjadi guru.

Ia melanjutkan, melihat kondisi saat ini pihaknya dituntut untuk menggunakan teknologi. Namun kata Marwazi, harus melihat juga wilayah yang belum tersentuh jaringan. Untuk itu, ia akan mengumpulkan pengawas kecamatan agar melihat aturan guru yang harus ke sekolah.

"Siswa saat ini berkomunikasi dengan guru di sekolah menggunakan teknologi, yakni melalui aplikasi menggunakan WhatsApp atau lainnya," paparnya.

Baca Juga

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Eko Fajri

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com