Dampak Pandemi Covid-19, Wakil Bupati Larang Tradisi Potang Balimau di Lima Puluh Kota

Wakil Bupati Ferizal Ridwan saat wawancara di Masjid Raya Pangkalan
Wakil Bupati Ferizal Ridwan saat wawancara di Masjid Raya Pangkalan (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan mengimbau warga untuk tidak mengadakan tradisi Potang Balimau. Tradisi Potang Balimau ini merupakan salah satu budaya di masyarakat khususnya di Pangkalan, Lima Puluh Kota jelang menghadapi bulan Ramadan.

Ferizal Ridwan menjelaskan imbauan dan larangan untuk tidak menggelar kegiatan yang menjadi daya tarik bagi Kabupaten Lima Puluh Kota ini adalah dampak dari penyebaran Pandemi COVID-19 di wilayahnya. Ia berharap masyarakat mendengarkan imbauan tersebut agar mengurangi dan menghentikan penyebaran virus yang telah merenggut puluhan nyawa di Indonesia tersebut.

"Berdasarkan instruksi Kapolri dan kebijakan Pemprov Sumbar, kami mengimbau untuk meniadakan atau kegiatan yang memancing orang banyak. Untuk di daerah kita salah satunya adalah tradisi Potang Balimau yang telah menjadi budaya dan tradisi di Pangkalan jelang bulan Ramadan," kata Buya Feri, Kamis 26 Februari 2020.

Baca Juga

Ia juga meminta kepada panitia atau koordinator kegiatan untuk tidak menggelar kegiatan yang setiap tahun menghadirkan ribuan pengunjung tersebut. Sehingga untuk mengantisipasi hadirnya orang banyak di tengah Pandemi COVID-19 ini maka ditegaskan masyarakat untuk tidak menggelar trasidi Potang Balimau yang biasanya dipusatkan di Batang Maek atau sekitar Masjid Raya Pangkalan ini.

Kemudian terkait penganggaran kegiatan yang telah dianggarkan di APBD, khususnya di Dinas Pariwisata, maka itu bisa dialihkan kepada kegiatan yang lebih produktif dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini juga sesuai dengan Instruksi Presiden No 4 Tahun 2020 terkait Refocussing kegiatan, Realokasi Anggaran serta PBJ dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

"Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19 ini, diminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi segala imbauan yang disampaikan pihak pemerintah dan berperan aktif secara mandiri mencegah penularan virus yang mewabah seperti sekarang ini," kata Ferizal Ridwan.

Ia menambahkan saat ini di Lima Puluh Kota terdapat sebanyak 54 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 6 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang berasal dari daerah terdampak. Namun untuk Sumbar dan khususnya di Lima Puluh Kota , ia bersyukur belum ada yang positif.

"Kepada masyarakat setiap kecamatan, kalau ada warga kita yang pulang dari rantau seperti Malaysia dan negara lain yang terdampak virus corona , maka diimbau untuk melapor dan dilakukan pengawasan. Kemudian mereka harus direkomendasikan untuk diperiksa dan harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari," ujar Wakil Bupati Lima Puluh Kota .

Baca Juga

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Ramadhani

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com