Perjuangan Petugas Penanganan Covid-19 Perbatasan Sumbar-Riau di Tengah Keterbatasan Anggaran

Posko penanganan Covid-19 di perbatasan Sumbar-Riau.
Posko penanganan Covid-19 di perbatasan Sumbar-Riau. (Ist)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Dibebankan tanggung jawab untuk menjaga salah satu gerbang masuk Provinsi Sumatra Barat, para petugas penanganan Covid-19 di perbatasan Sumbar - Riau , tepatnya di jalan nasional Nagari Tanjung Bolik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota harus bekerja ekstra di tengah segala keterbatasan.

Petugas yang tergabung dari berbagai instansi itu dituntut untuk selalu siaga dan melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kesehatan para pengguna jalan yang melintas dari dan menuju dua provinsi itu.

Panas matahari dan dinginnya malam tidak menyurutkan semangat tim untuk mencegah penularan Covid-19 masuk ke wilayah Sumbar . Sayangnya, di balik keseriusan tim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, para petugas justru tidak didukung oleh fasilitas memadai.

Baca Juga

Koordinator Penanganan Covid-19 di perbatasan Sumbar - Riau , Desi Fitria mengaku, pihaknya memiliki sejumlah keterbatasan terhadap fasilitas pendukung di lapangan, seperti vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, makanan bergizi, dan alat pelindung diri bagi petugas yang melakukan pemeriksaan.

"Kami bertugas apa adanya, tidak ada penambahan vitamin padahal kami sangat rentan. Kemudian kami harus bekerja maksimal. Kami harap ada perhatian daerah dengan kondisi ini," ucap Desi, beberapa waktu lalu.

Senada dengan itu, perwakilan BPBD Lima Puluh Kota , Rahmadinol menyebut, para petugas tidak memiliki peralatan pendukung dalam menjalankan tugas, terutama untuk perlindungan diri saat pemeriksaan orang yang akan masuk Sumbar .

"Kemudian, dengan tidak adanya anggaran untuk penanganan Covid-19, terpaksa BPBD Limapuluh Kota menempatkan anggotanya seadanya tanpa adanya jaminan untuk tidak tertular," katanya.

Ketiadaan anggaran juga disampaikan petugas dari Dinas Perhubungan Limapuluh Kota, Davis, ia menyebut para petugas yang datang harus menggunakan dana pribadi karena belum adanya anggarannya di dinas mereka masing-masing.

"Di dinas kita tidak ada anggaran untuk penanganan Covid-19 ini. Kita ke lapangan ini, terpaksa dengan dana pribadi," kata Davis.

Terkait kondisi yang dialami petugas penanganan Covid-19 di perbatasan Sumbar - Riau tersebut, Ketua DPRD Lima Puluh, Deni Asra mengaku tengah menunggu pengajuan realokasi anggaran dari pemerintah daerah ke DPRD.

"DPRD sedang menunggu realokasi ini dari eksekutif. Setelah diajukan, langsung kita bahas bersama di DPRD," ucap Deni Asra.

Sementara Wakil Bupati Lima Puluh Kota , Ferizal Ridwan mengatakan, pemerintah daerah akan terus berupaya dalam mengatasi anggaran untuk penanganan penyebaran Covid-19 di Limapuluh Kota.

"Salah satunya dengan menggeser anggaran yang ada. Memangkas perjalanan dinas, mengurangi pengadaan mobiler atau memangkas kegiatan yang tidak terlalu penting dan dimanfaatkan untuk penanganan penyebaran corona ini," kata Ferizal Ridwan. (*)

Baca Juga

Editor: Taufik Hidayat

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com