Terkait Fatwa MUI Tentang Salat Jumat, IPMI Keluarkan Imbauan Ini

Tareq Albana, Ketua Ikatan Pelajar Minang Internasional
Tareq Albana, Ketua Ikatan Pelajar Minang Internasional (Ade Suhendra)
JERMAN, KLIKPOSITIF -

Menyikapi semakin berkembangnya virus COVID-19, dan melihat banyaknya masyarakat yang masih bingung menyikapi Fatwa MUI terkait sholat jumat dirumah dan juga salat-salat fardu lainnya, maka Divisi Agama Ikatan Pelajar Minang Internasional (IPMI) keluarkan imbauan.

Organisasi pelajar Minang yang bermarkas di Jerman ini juga meminta kepada masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah setempat, karena sebagaimana nasehat para ulama agar mematuhi pemimpin (umaro') di suatu negeri.

Ketua IPMI Tareq Albana dan Sekretaris Jenderal IPMI Yusuf Abdullah mengajak masyarakat untuk mematuhi fatwa MUI untuk tetap berada dirumah, dan melaksanakan salat fardu secara berjemaah dirumah bersama keluarga. Menurutnya hal tersebut juga berdasarkan kaedah Syariat Islam yang mengatakan bahwa menolak kemudharatan lebih diutamakan daripada mengambil maslahat

Baca Juga

"Kita meninggalkan salat berjamaah di masjid bukan karena maksiat, juga bukan atas kelalaian diri sendiri, akan tetapi karena faktor darurat yang dalam hal ini sudah dihimbau oleh pemerintah daerah setempat, para ulama, dan tim medis," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam hadits riwayat Imam Muslim dalam shahihnya mengatakan Nabi Muhammad SAW melarang mencampuradukkan antara yang sakit dengan yang sehat, lari menghindari dari penyakit Lepra, menjauhi tempat yang disana ada penyakit tha'un. Menurutnya, pelarangan Nabi SAW merupakan antisipasi menghindari dari sebab buruk yang berbahaya menuju sebab baik yang menyelamatkan diri dari marabahaya penyakit.

"Sebagaimana Nabi SAW juga enggan berjabat tangan dengan orang yang terkena penyakit kusta menular dan juga melarang seseorang menenggelamkan diri ke air dan membakar diri ke apl, karena itu semua merupakan sebab dari kebinasaan. Penyakit itu memang datang dari Allah, namun jangan lupa, sebabnya ada pada diri kita sendiri. Sehingga wajib bagi kita untuk menjauhi tempat-tempat umum karena resikonya lebih besar," ujarnya.

Tareq Albana menegaskan kepada masyarakat untuk mematuhi pemerintah dan fatwa MUI karena dua unsur ini lebih mengetahui keadaan terkini terkait situasi dan kondisi daerah . Ia menambahkan tawakkal tersebut dilakukan setelah berusaha karena dalam Agama Islam diwajibkan melindungi dan menjauhi diri dari Marabahaya seperti virus yg terjadi saat ini, baru setelah itu bisa bertawakkal kepada Allah SWT.

Baca Juga

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com