Pengawasan di Pintu-Pintu Masuk ke Kota Payakumbuh Diperketat

Pengalihan arus lalu lintas dilakukan di salah satu pintu masuk ke Kota Payakumbuh.
Pengalihan arus lalu lintas dilakukan di salah satu pintu masuk ke Kota Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Menyikapi mulai ditemukannya sejumlah kasus pasien positif Corona atau COVID-19 di Sumbar, Kota Payakumbuh perketat penjagaan di pintu-pintu masuk ke daerah tersebut.

Hal itu sesuai dengan instruksi Wali Kota Payakumbuh dengan Nomor: 5 tahun 2020 Tentang Pembatasan dan Pengetatan Aktivitas Warga dan Aksesiibilitas Keluar Masuk Kota Payakumbuh .

baca juga: Pulang dari Rantau, Satu Orang Warga Lima Puluh Kota Positif COVID-19

Pada poin ketujuh dalam instruksi tersebut dijelaskan, Kota Payakumbuh untuk sementara tertutup bagi pendatang dan orang yang

datang dari luar Kota Payakumbuh , sehingga camat, lurah, dan pengurus RT dan RW melakukan pamantauan kepada setiap tamu atau pendatang baru.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh , Rida Ananda yang dihubungi KLIKPOSITIF , Sabtu (28/3) menjelaskan, maksud dari tertutup sementara itu adalah membatasi orang-orang yang masuk ke Payakumbuh .

"Artinya kalau dia masuk ke Payakumbuh , dia harus melapor dulu, ke RT/RW, ke lurah untuk kemudian dilakukan isolasi mandiri dan kemudian diperiksa. Ini tidak seperti lockdown, bukan begitu," terang Rida.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

Sementara terkait adaya rambu-rambu lalu lintas yang dipasang di sejumlah pintu masuk ke Kota Payakumbuh , Rida menerangkan, itu adalah upaya untuk meminimalisir jumlah orang yang masuk ke pusat Kota Randang itu.

"Itu adalah bagian dari pengalihan arus. Kalau memang dari Bukittinggi ke Pekanbaru kita arahkan ke By Pass. Kalau memang mau masuk kota akan dilakukan pengecekan kesehatan," terang Rida.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 6 Juni, 54,37 Persen Pasien Dinyatakan Sembuh

Dalam surat instruksi itu juga dijelaskan, bagaimana sejumlah aktivitas Pemko Payakumbuh juga dilarang, diantaranya perjalanan ASN ke luar daerah. Selain itu, pada poin ketiga belas dijelaskan bahwa untuk sementara waktu dilakukan pemberhentian pelayanan masyarakat yang diberikan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh dan kebutuhan pelayanan langsung kedinas terkait. (*)

Editor: Taufik Hidayat