Sejumlah Pasien yang Sembuh dari Covid-19 Kembali Dinyatakan Positif, Pakar Duga Hal Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Ketika China berencana untuk mencabut status lockdown di Wuhan , beberapa pasien yang sebelumnya pulih dari Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru justru kembali positif.

Berdasarkan data dari beberapa fasilitas karantina yang menampung pasien untuk pengamatan lebih lanjut setelah keluar dari rumah sakit, menunjukkan sekitar 5% hingga 10% pasien yang dinyatakan pulih telah dites positif lagi.

baca juga: Pulang dari Rantau, Satu Orang Warga Lima Puluh Kota Positif COVID-19

Dilaporkan npr.org, diduga beberapa dari mereka yang kembali positif adalah pembawa tanpa gejala atau asimtomatik carrier. Hal ini seolah menunjukkan wabah di Wuhan belum berakhir.

Ahli virologi berpikir bahwa tidak mungkin pasien Covid-19 dapat terinfeksi ulang begitu cepat setelah pemulihan. Namun, saat itu mereka berpendapat bahwa masih terlalu dini untuk mengetahuinya.

baca juga: Jemaah Lunas Bipih Berangkat Tahun Depan

Di sisi lain, di bawah pedoman pencegahan Covid-19 terbaru, China tidak memasukkan secara keseluruhan jumlah harian untuk total kasus dan untuk kasus-kasus baru ini, yaitu orang yang kembali dites positif setelah dinyatakan sembuh.

"Saya tidak tahu mengapa pihak berwenang memilih untuk tidak menghitung kasus (tanpa gejala) dalam jumlah kasus resmi. Saya bingung," ujar seorang dokter Wuhan yang kembali dites positif.

baca juga: Perangi Rasisme, Michael Jordan Donasikan Rp 1,4 Triliun

Empat orang dari mereka yang terdeteksi kembali mengaku sudah diisolasi di bawah pengawasan medis. Hingga saat ini, belum diketahui apakah mereka bisa menularkan dan alasan mereka kembali positif terinfeksi virus corona baru.

Pakar menduga bahwa ada kemungkinan mereka mendapat hasil tes negatif yang palsu. Ini dapat terjadi jika swab yang digunakan untuk mengumpulkan sampel melewatkan bagian dari virus itu sendiri.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

Sedangkan teori lainnya adalah bahwa tes positif kedua ini yang palsu.

"Ada positif palsu dengan jenis tes ini," tutur seorang profesor ilmu kesehatan lingkungan di Universitas Columbia, Dr Jeffrey Shaman.

Editor: Eko Fajri