Gugus Tugas COVID-19: Sekitar 1.000 Orang Warga Baru Masuk ke Pasbar

Posko Pengecekan Suhu Tubu dan Pendataan warga masuk ke Pasbar
Posko Pengecekan Suhu Tubu dan Pendataan warga masuk ke Pasbar (Istimewa)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Sejak Penanganan COVID-19, posko pemeriksaan dan pendataan terhadap warga yang masuk di Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ), tercatat ada sekitar 1.000 orang yang masuk dari luar daerah .

"Warga yang masuk ke Pasbar terus meningkat dan semua SOP sudah dituntaskan dan penambahan personil di pos perbatasan terus kita lakukan," sebut Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pasbar , Edi Busti.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

Ia mengatakan, setiap kendaraan dihentikan dan semuanya diperiksa suhu tubuhnya. Warga yang diperiksa suhu tubuhnya mencapai 38 derjat, petugas mencatat alamat dan nomor telephonenya.

"Hingga saat ini, ada sekitar 1.000 orang yang masuk ke Pasaman Barat dari luar daerah dan ini terus meningkat," katanya.

baca juga: Bersiap Menuju New Normal, Kafe di Padang Perketat Protokol Kesehatan Untuk Pengunjung

Ia menjelaskan, untuk pengawasan di perbatasan pihaknya lebih mengutamakan dan perketat pengawasan di Posko Batang Timah Kecamatan Kinali karena lalu lintas orang lebih banyak dan itu pintu masuk dari banyak daerah .

Sedangkan untuk di dua posko lainnya di Ranah Batahan dan Kecamatan Talamau tetap dilakukan peningkatan pengawasan terhadap orang masuk.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

"Petugas tambahan pun telah dikerahkan dan lokasi titik posko diperbatasan merupakan sebagai pintu masuk dan aktif selama 24 jam," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Pasaman Barat, Gina Alecia mengatakan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait Corona Virus Disease (COVID-19) terus bertambah.

baca juga: Pulang dari Jakarta, Seorang Warga Sungai Geringgiang Pariaman Positif COVID-19

"Hingga Sabtu (28/3) malam ini jumlah ODP sudah mencapai 13 orang. Semuanya merupakan pelaku perjalanan dan terus dipantau perkembangan kesehatannya," katanya.

Meski jumlah ODP terus bertambah jelas Gina, untuk Pasien Dalam Pantauan (PDP) atau suspect, dan positif, belum ada. Namun pihaknya sangat mengkhawatirkan melihat lalu-lintas masyarakat, perantau atau mahasiswa yang masuk ke Pasaman Barat.

"Diharapkan warga yang pulang kampung bisa melapor dan melakukan cek kesehatan serta monitoring mandiri di rumah selama 14 hari. Jika demam segera melapor ke tenaga kesehatan," ujarnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Eko Fajri