Agam Dukung Keputusan Gubernur Sumbar, Pembatasan Secara Selektif Telah Diberlakukan

Bupati Agam Indra Catri
Bupati Agam Indra Catri (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Agam mendukung penuh kepetusan Gubernur Provinsi Sumatera Barat terkait pembatasan secara selektif terhadap masyarakat yang akan keluar atau masuk Sumbar. Hal itu disampaikan Bupati Agam , Dr. H. Indra Catri saat jumpa pers di ruang rapat bupati, Minggu (29/3/2020).

Dr. H. Indra Catri mengatakan, keputusan pembatasan secara selektif terhadap masyarakat yang akan keluar atau masuk ke Sumbar, sudah langsung diberlakukan di wilayah Kabupaten Agam sejak Sabtu, (28/3) kemarin.

Hal ini dibuktikan dengan pemeriksaan kesehatan oleh timGugus Tugas Percepatan Penanganan (GT2P) Covid-19 bagi masyarakat yang datang dari luar Agam .

baca juga: Pemkab Agam Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 20 Juni

"Bagi masyarakat yang terindikasi, dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat dan dipertimbangkan akan dikarantina selama 2 dua minggu," tegasnya.

Indra Catri menjelaskan, walaupun wilayah Kabupaten Agam bukan pintu masuk utama yang berbatasan langsung dengan provinsi lain, namun tidak tertutup kemungkinan orang yang masuk ke Agam itu teridentifikasi Covid-19.

baca juga: Bupati Agam Indra Catri Diperiksa Polda, Apa Kata Mulyadi?

"Oleh karena itu, kita juga melakukan pemeriksaaan kesehatan di pintu masuk wilayah kita. Hal ini dilakukan untuk mengintensifkan pemerikasaan, agar masyarakat yang masuk itu dapat kita pantau perkembangannya," ujarnya.

Ia menyebutkan, pembatasan secara selektif terhadap masyarakat yang akan keluar atau masuk Sumbar itu sifatnya regional. Menurutnya, justru yang lebih berbahaya lagi adalah pergerakan lokal. Di mana hingga saat ini, masih terdapat beberapa kegiatan yang mengundang keramaian, seperti, resepsi pernikahan, pasar dan masyarakat yang masih berkumpul-kumpul .

baca juga: Ini Riwayat Kontak dan Perjalanan Pelaut Positif COVID-19 di Agam

"Pergerakan lokal ini juga sangat perlu kita waspadai. Kita akan lebih ketat dan tegas lagi untuk menindak kegiatan yang mengundang keramaian. Mari bersama-sama kita saling menjaga, lebih cepat deteksinya lebih bagus dan diharapkan juga lebih disiplin lagi untuk melaksanakan physical dan sosial distancing. Ini tidak main-main," tegasnya. (rilis)

Editor: Rezka Delpiera