Pemkab Agam Tutup Pasar, Alternatif Disiapkan Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Bupati Agam Indra Catri
Bupati Agam Indra Catri (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF -Bupati Agam , Dr. H. Indra Catri mengatakan, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, pemerintah Kabupaten Agam akan menutup seluruh aktivitas pasar, mulai Senin, (30/3/2020) hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

"Pengurus pasar dikumpulkan dan dipanggil. Pasar tutup dulu, Selasa kita akan semprot, kita minta Kapolres Agam mengawasi. Ini bukan lockdown total," kata Indra Catri di ruang rapat bupati, Minggu (29/3/2020).

baca juga: Longsor di Agam, 17 Jiwa Mengungsi

Diterangkan Indra Catri, penutupan itu salah satu langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona Covid-19.

"Kita sudah lakukan langkah melarang masyarakat untuk berkumpul, termasuk menggelar resepsi pernikahan. Ibadah salat Jumat pun ditiadakan sementara dan diganti dengan ibadah salat Zuhur di rumah. Sementara, di pasar tetap ada aktivitas. Untuk itu, kita ambil keputusan menutup seluruh pasar-pasar Nagari," terang Indra Catri.

baca juga: Pasien Positif 11 Asal Tanah Datar Dinyatakan Sembuh COVID-19

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GT2P) Covid-19, Martias Wanto menyebutkan, sesuai dengan himbauan Bupati Agam tentang penutupan aktivitas pasar, GT2P Covid-19 akan segera menyurati camat, wali nagari, wali jorong dan pengurus pasar.

"Sesuai dengan himbauan Bupati Agam , kita berharap himbauan tersebut dapat dipatuhi semua pengurus pasar di Kabupaten Agam ," tegasnya.

baca juga: Salut, Bhabinkamtibmas Polres Bukittinggi Bagikan 1 Ton Bawang Merah Hasil Panen ke Masyarakat

Martias Wanto menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, pemerintah telah menyiapkan beberapa alternatif. Di antaranya, program operasi pasar. Dalam program ini pemerintah akan menyediakan kebutuhan masyarakat seperti, cabai, bawang, telur dan lainnya.

"Kita pastikan kebutuhan yang dijual nantinya ke masyarakat sesuai dengan harga pasaran. Dimana bahan yang kita jual itu, kita beli dari masyarakat Agam sendiri. Hal ini juga bertujuan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok,"ujarnya.

baca juga: Bertambah 5, Total Sembuh Corona Sumbar Capai 277 per 3 Juni

Dijelaskan, operasi pasar ini dilakukan untuk mengurangi masyarakat ke pasar. Tim nanti akan turun langsung ke masyarakat secara mobile menjual bahan-bahan pokok.

"Kita tidak fokuskan di satu titik saja, namun kita jual bahan-bahan ini secara mobile, sehingga tidak terjadi penumpukkan orang," katanya.

Selain itu, Pemda Agam juga akan menyalurkan bantuan langsung. Untuk tahap awal ini, pemerintah telah menyediakan beras sebanyak 108 ton dan juga garam. Tentunya bantuan ini akan disalurkan bagi masyarakat yang berhak.

"Masyarakat yang berhak menerima bantuan beras yakni, masyarakat yang masuk kategori kurang mampu dan sudah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (TKS). Namun untuk garam, kita akan salurkan kepada seluruh KK tanpa terkecuali," kata Martias Wanto.

Editor: Rezka Delpiera