Masyarakat Dharmasraya Diminta Tidak Membuat Stigma yang Tidak Menyenangkan

Juru Bicara Penangan Covid-19 Dharmasraya, Rahmadian.
Juru Bicara Penangan Covid-19 Dharmasraya, Rahmadian. (Ivan Rionaldo Lutfie)
DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF

- Orang Dalam Pantauan (ODP) terkait virus corona di Dharmasraya menunjukkan peningkatan. Selain itu, Orang Tanpa Gejala (OTG) juga mengalami peningkatan.

Hingga Senin, 30 Maret 2020, sebanyak 66 orang masuk daftar ODP, sementara OTG berjumlah 1.438 orang.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 5 Juni, Positif 607, Sembuh 333, Meninggal 27

Juru bicara penanganan COVID-19 Dharmasraya , Rahmadian mengungkapkan, umumnya OTG tersebut merupakan mahasiswa yang sedang menempuh jenjang pendidikan di Pulau Jawa seperti Jogja, Bogor, Solo, Bandung dan lainnya.
"Namun, juga ada perantau yang pulang ke Dharmasraya , walaupun kita sudah memberikan imbauan, dan kita tidak bisa mencegah hal tersebut," ungkapnya.

Dengan banyaknya orang yang kembali ke Dharmasraya dari daerah-daerah yang telah terpapar corona, ia berharap masyarakat tidak membuat stigma yang tidak menyenangkan.
"Seharusnya kita bersama-sama memberikan mereka perhatian yang lebih, sehingga mereka merasakan rasa kepedulian kita. Banyak hal yang bisa dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka, contoh yang kecil saja , dengan menyapa mereka, dan bertanya apa kabar, serta mengajak mereka untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan lain sebagainya," tutur Rahmadian.

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

Lebih lanjut, ia menyampaikan saat ini ada dua tempat isolasi di Dharmasraya , yakni di RS Sungai Dareh dengan dua tempat tidur dan Puskesmas Sialang dengan enam tempat tidur.
"Jika kondisi tidak memungkinkan dan pasien lebih dari enam orang, maka ada satu cadangan sebagai tempat isolasi yakni RS Sei Rumbai," ucapnya.

Namun, ia menyayangkan masih adanya masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan dari pemerintah untuk tidak menyatu di tempat keramaian.
"Yang seharusnya diwaspadai itu orang-orang yang masih nongkrong di tempat umum seperti warung, pos ronda. Itu yang seharusnya diawasi dan diwaspadai," ungkap Rahmadian.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

Penulis: Ivan Rionaldo Lutfie | Editor: Haswandi