Akibat Ini, Harga Sejumlah Komoditi Pertanian di Pessel Anjlok

Petani di Pessel saat memanen hasil tanaman gambir
Petani di Pessel saat memanen hasil tanaman gambir (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Ditengah COVID-19, para petani di Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat mengeluhkan anjloknya harga sejumlah komoditi hasil pertanian di daerah tersebut.

Bedasarkan informasi yang diterima, harga sejumlah komoditi pertanian ini terpantau anjlok, sejak satu hari terakhir, seperti getah gambir dengan kadar air 18, sebelumnya Rp17 ribu, kini turun Rp10 ribu per kilogram.

baca juga: Pasien Sembuh COVID di Pessel Bertambah Dua Orang, Total Jadi 15 Orang

Selain gambir, biji pinang kering mengalami penurunan harga yang sebelumya Rp14 ribu perkilogram, kini turun diharga Rp5 ribu. Sementara harga karet, sebelumnya masih Rp8 ribu, kini hanya bergeming di bawah Rp6 ribu per kilogram.

"Ini turun sejak kamarin, harganya turun dan terlalu murah," ungkap Jelli (32) salah seorang warga Nagari Kambang Utara-Lengayang usai menjual hasil pertaniannya, Senin 30 Maret 2020.

baca juga: Hanyut di Bendungan Lesung Air, Seorang Remaja Pessel Ditemukan Meninggal

Ia menjelaskan, turunnya harga sejumlah komoditi ini mengakibatkan lemahnya penghasilan petani. Apalagi, bagi petani yang menjadikan komoditi ini sebagai penghasilan pokok.

"Kalau sekaligus turun, tentu semua jadi lemah. Apalagi, seperti gambir dan karet selama ini, sudah menjadi pendapatan sehari-hari petani," terangnya.

baca juga: Lama di Rumah Akibat Pandemi, Guru di Pessel Kembali Bertugas ke Sekolah

Senada dengan Jelli, Anton (28) petani Gambir di Kecamatan Sutera berharap, kepada pemerintah untuk segera memperhatikan ini. Sebab, di tengah wabah harga komoditi turun akan membuat petani akan menjadi lebih sulit.

"Karena pengeluaran dan penghasilan tidak sebanding. Jadi kami tentu harus minta sikap pemerintah, karena harga saat sudah sangat jauh dari harapan," jelasnya.

baca juga: 42 Hasil Tes Warga di Pessel Dinyatakan Negatif, 38 Orang Masih Menunggu

Sementara, Eri (43) salah seorang tauke (pengumpul) getah gambir mengaku, rata-rata untuk beberapa komoditi mengalami turun harga karena akibat sebagian perusahaan tutup. Karena tingginya permintaan jual petani, sebagian tauke terpaksa membeli dengan harga murah.

"Kalau tidak dibeli kita kasihan sama petani. Karena di Padang sendiri sedang tutup. Jadi saat ada yang masih menjual, kami hanya bisa mengambil dengan harga kondisi itu,"tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi