Ini Alasan Indra Catri 'Lockdown' Pasar Tradisional

Bupati Agam Indra Catri
Bupati Agam Indra Catri (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF - Bupati Agam Indra Catri mengambil sikap dengan menutup pasar-pasar tradisional mulai hari ini, Senin 30 Maret 2020.

Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran COVID-19. Terdengar kontroversial, namun ia punya alasan tersendiri.

baca juga: Kadis Perdagangan Padang: Kita Ingin Tes Swab hingga 2000 Orang

"Kalau kita tetap membuka pasar, itu mendua namanya. Ke masjid (Salat Jum'at) saja kita tunda untuk sementara, majelis taklim kita tunda, acara penting kita undur. Ini ke pasar, ini yang kita takutkan," ucap Indra Catri di Kecamatan Ampek Angkek, Senin.

Indra Catri melanjutkan, di pasar tradisional semua orang boleh masuk tanpa terkecuali.

baca juga: Rumah Sakit Yang Akan Dijadikan Rujukan COVID-19 di Mentawai Rusak Parah

"Tak ada alat pendeteksi suhu, ada kemungkinan yang masuk ini adalah carrier. Pasar tradisional sangat tinggi interaksinya, ini yang kita khawatirkan. Jadi pasar tradisional lebih bahaya dari mall," sambungnya.

Ia mengatakan, penutupan pasar akan dilakukan 1-2 minggu ke depan, tergantung situasi COVID-19.

baca juga: Kluster Pasar Raya Padang Telah Lakukan Tes Swab kepada 1772 Orang

"Penularan penyakit ini seperti peluru, kita harap semuanya cepat berlalu. Nanti warga akan kita bantu dengan beras maupun garam," ucap Bupati.

Data yang berhasil dihimpun KLIKPOSITIF , pasar tradisional di Agam berjumlah lebih dari 30. Beberapa yang terbesar seperti Pasar Baso, Sungai Batang, dan Pakan Kamih.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 2 Juni, Berikut Rincian 7 Penambahan Positif dan 5 Sembuh

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera