Beredar Info Balita Kena Siram Air Panas Ditelantarkan, Ini Penjelasan Camat Akabiluru

Wakil Bupati Ferizal Ridwan dan Camat Akabiluru Kris Ladeva saat berada di RSUD Achmad Darwis bersama balita malang dari Suayan.
Wakil Bupati Ferizal Ridwan dan Camat Akabiluru Kris Ladeva saat berada di RSUD Achmad Darwis bersama balita malang dari Suayan. (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA, KLIKPOSITIF -

Seorang balita 14 bulan alami kejadian naas pada Jumat 27 Maret 2020 di Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru. Balita tersebut terkena siram air panas saat sang Ibu tengah memindahkan air panas dari panci ke tempat air minum.

Namun, malang panci tersebut terjatuh dan cipratan air panas mengenai sebagian tubuh anak dari pasangan Gustatir (40 tahun) dan Silfia Nekasari (35 tahun). Cipratan air tersebut membuat tubuh bagian kanan anak bernama Raihan ini melepuh.

baca juga: Suara Kader Partai, Prabowo Bakal Kembali Jabat Ketum Gerindra

Kejadian yang berlangsung beberapa hari lalu tersebut ternyata menimbulkan polemik. Beredar kabar kalau orang tua dan balita tersebut dikabarkan tidak mendapat pertolongan dan berjalan kaki sejauh 20 kilometer.

Menanggapi hal tersebut, Camat Akabiluru Kris Ladeva saat dihubungi KLIKPOSITIF mengatakan kabar terkait kurang mendapat pertolongan dan berjalan kaki sejauh 20 kilometer tersebut adalah tidak benar. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian orang tua korban telah mencoba membawanya ke puskesmas dan telah mendapat pertolongan dari salah seorang dokter.

baca juga: Kodim 0306/50 Kota Renovasi 10 Rumah Veteran dan Warga Miskin di Suliki

"Info jalan kaki 20 kilometer itu tidak benar. Kalau dihitung sejauh itu, berarti mereka telah sampai ke Terminal Koto Nan Ampek. Mohon kepada yang memberikan informasi untuk dapat menyaring dulu informasi sebelum dibagikan ke media sosial yang dalam hal ini adalah info beredar di Facebook," kata Kris Ladeva.

Ia menjelaskan bahwa sang balita telah mendapat pertolongan dari dokter Syahraini di Sariak Laweh. Kronologisnya, balita tersebut telah dibawa oleh ayahnya dari Suayan menggunakan sepeda motor untuk segera diobati.

baca juga: Pemerintah: Tarif Listrik Pelanggan Non Subsidi Hingga September Tak Naik

"Tapi saat di jalan, kendaraannya mengalami bocor ban di daerah Sariak Laweh. Sehingga terpaksa ayahnya menggendong buah hatinya dengan berjalan kaki ke rumah dokter yang jaraknya tidak jauh sekitar 300 meter lagi dan kembali kami sampaikan bahwa bukan berjalan kaki dari Suayan," ujar Camat Akabiluru.

Ia menilai bahwa tidak mungkin warga Akabiluru akan apatis terhadap sesama warga lain. Sehingga tega melihat ada warga yang butuh pertolongan dan tidak memberikan tumpangan atau tidak membantu warga yang tengah kesusahan.

baca juga: Longsor Hantam Rumah di Sariek Alahan Tigo, Dua Orang Meninggal

"Kemudian terkait kenapa harus dibawa ke Sariak Laweh karena dihari tersebut, Bidan Pustu di Suayan tengah diperbantukan ke Puskesmas Batuhampar terkait dengan penanganan COVID-19. Sehingga balita ini harus dibawa ke Sariak Laweh," kata Kris Ladeva

Saat ini, Raihan yang mengalami luka di tubuh bagian kanan mulai dari wajah, lengan, badan, dan kaki ini telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Achmad Darwis, Suliki. Pasalnya, semalam Wakil Bupati Ferizal Ridwan yang mengetahui peristiwa tersebut langsung menuju rumah balita malang yang terletak di Kampung Rambun, Jorong Suayan Tinggi, Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru.

"Alhamdulillah, saat ini Raihan sudah di RSUD Achmad Darwis, Suliki. Wakil Bupati serta perangkat pemerintah kecamatan, nagari, dan jorong juga ikut mengantarkan semalam agar dapat perawatan intensif di rumah sakit," ujarnya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri