Ribuan Perantau yang Pulang Kampung ke Lima Puluh Kota Diberikan Kartu HAC

Ketua Posdalops Kabupaten Lima Puluh Kota, Joni Amir (kiri) dan Jubir gugus tugas penanganan COVID-19, dr. Yulva Roza.
Ketua Posdalops Kabupaten Lima Puluh Kota, Joni Amir (kiri) dan Jubir gugus tugas penanganan COVID-19, dr. Yulva Roza. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Ribuan perantau asal Kabupaten Lima Puluh Kota tercatat pulang kampung di tengah-tengan mewabahnya pademi virus Corona atau COVID-19. Para perantau yang pulang tersebut diberikan kartu (HAC) Health Alert Card.

Berdasarkan data yang tercatat di Posko Penanganan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Lima Puluh Kota , dalam rentang waktu 11 hari terakhir, semenjak 20 Maret 2020 ada 3.590 perantau yang sudah tiba di Luak Nan Bungsu tersebut. Para perantau itu pulang dari berbagai daerah di Indonesia dan dari luar negeri, yaitu Malaysia.

baca juga: Pasien Positif 11 Asal Tanah Datar Dinyatakan Sembuh COVID-19

Juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19 di Limapuluh Kota, dr. Yulva Roza didampingi Ketua Pusdalops Limapuluh Kota, Joni Amir menyebut, mobilitas warga Lima Puluh Kota memang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

"Semua orang yang datang dari daerah terjangkit atau PPT kita catat kita berikan kartu HAC atau kartu peringatan kesehatan," jelas dr. Yulva Roza, Selasa (31/3).

baca juga: Bertambah 5, Total Sembuh Corona Sumbar Capai 277 per 3 Juni

Dr. Yulva Roza, menyebut hingga Selasa (31/3) siang tercatat ada sebanyak 114 orang dengan status OPD, dan 7 orang PDP. Dari 7 orang yang berstatus PDP 4 orang sudah dinyatakan negatif setelah keluar hasil tesnya.

"Saat ini 1 orang tinggal menunggu hasilnya dan 2 orang baru akan dilakukan tes bila alat RT-PCR yang dipesan sebanyak 500 unit oleh Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota ," ucapnya.

baca juga: Periksa 593 Spesimen, Kasus Positif COVID-19 Sumbar Bertambah 9 per 3 Juni

Dia menghimbau kepada orang dengan satatus PPT dan ODP untuk melakukan isolasi mandiri, bukan berarti mengasingkan hubungan silaturahmi dengan masyarakat lainnya. Namun lebih kepada upaya untuk menjaga masyarakat dari penyakit menular ini.

"Potensi penularan dengan adanya orang yang pulang kampung tentu akan besar," ucapnya.

baca juga: Belajar Dari Pasar Raya Padang, Swab Tes Akan Dilakukan Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Payakumbuh

Ketua Posdalops Kabupaten Lima Puluh Kota , Joni Amir menyebut untuk saat ini perbatasan Sumbar-Riau, di posko Rimbo Data, Kecamatan Pangkalan, sudah kembali melakukan aksi jemput bola untuk dengan menyetop setiap kenderaan yang lewat untuk diukur suhu tubuhnya. Bila didapati gejala-gejala mengarah kepada Covid-19, dengan suhu tubuh tinggi, maka akan diperiksa lebih lanjut di dalam posko.

"Sudah, jadi memang dari penyetopan aksi jemput bola diperbatasan itu diketahui ada perantau dengan tujuan Lima Puluh Kota dari arah Riau. Bahkan jiha ada perantau kita dari Malaysia. Dan memang saat ini petugas Kita diperbatasan sudah dilengkapi dengan APD," jelasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat