Warga Padang Pariaman Positif COVID-19, Bupati Ali Mukhni Bingung

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Salah satu warga Kabupaten Padang Pariaman positif COVID-19. Bupati Padang Pariaman , Ali Muhkni mengaku belum mendapatkan hasil lab pasien positif COVID-19, Selasa malam (31/03/2020).

"Siapa yang katakan dia positif, sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil lab tertulis" kata Ali Muhkni saat konferensi pers.

baca juga: Dua Labor Periksa 619 Sampel, Warga Sumbar Positif COVID-19 Bertambah 11 Orang per 30 Mei

Namun merujuk pada website Satgas COVID-19 Padang Pariaman http://COVID-19.padangpariaman.go.id, dinyatakan satu pasien positif COVID-19.

Pada website tersebut yang di-update pukul 20.37 WIB Selasa malam (31/03/2020) jelas tertulis PPT sebanyak 3584 orang, ODP 33 orang, PDP 1 orang dan 1 orang Positif COVID-19.

baca juga: Gelar Pilkada di Tengah COVID-19, KPU Pasbar Butuh Tambah Anggaran

Tidak hanya itu, informasi adanya pasien yang positif juga didapat dari Dinkes Padang Pariaman . Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Padang Pariaman Yutriady Rifai.

"Secara tertulis belum ada kami dapatkan hasil, namun secara lisan sudah ada," kata Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman .

baca juga: Puluhan Warga Sungai Rumbai Kembalikan Dana BLT, Ini Sebabnya

Perihal itu semakin menjadi tanda tanya ketika Ali Muhkni menjelaskan kalau dia sendiri juga bingung terhadap informasi tersebut. Ali Muhkni menjelaskan terkait itu semua.

"Pada awalnya pasien itu PKL di salah satu Hotel di Bukitinggi selama 3 bulan. Pada Rabu (25/03) dia di rujuk ke RSUD Pariaman dan dirawat selama 3 hati karena sakit. Setelah itu pasien diperbolehkan pulang karena hasilnya negatif COVID-19. Nah pada Minggu sore (29/03) kami dapat informasi bahwa pasien Positif COVID-19. Nah ini yang membuat kita bingung," jelas bupati.

baca juga: Bantu Percepatan Kesembuhan, Manajemen RSUP M. Djamil Ajak PDP COVID-19 Senam Gembira

Namun terlepas itu semua, bupati langsung pantau rumah pasien dan lakukan langkah sterilasisi. Pihaknya juga lakukan isolasi terhadap keluarga yang disebut-sebut positif tersebut.

"Kami telah lakukan isolasi terhadap pasien dan keluarga pasien tersebut. Kami juga drop logistik dan mensiagakan petugas kesehatan yang di koordinir oleh Dinkes Padang Pariaman ," ungkap Ali Muhkni.

Kendatipun demikian bupati masih membantah kalau pasien dinyatakan positif secara tertulis.

Penulis: Rehasa | Editor: Rezka Delpiera