IDI Pasbar Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan APD untuk Tenaga Medis

Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) cabang Pasaman Barat dr Heru Widyawarman, SpOT
Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) cabang Pasaman Barat dr Heru Widyawarman, SpOT (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Organisasi profesi tenaga medis meminta pemerintah menjamin ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan Covid-19. Mengingat kasus ODP terus bertambah di Kabupaten Pasamam Barat.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) cabang Pasaman Barat dr Heru Widyawarman, SpOT kepada KLIKPOSITIF , Selasa ( 31/3/2020 ).

baca juga: Dua Labor Periksa 619 Sampel, Warga Sumbar Positif COVID-19 Bertambah 11 Orang per 30 Mei

Menurutnya, setiap petugas medis wajib memiliki APD di tengah mewabahnya Virus Corona . Sebab tenaga medis merupakan garda terdepan dalam perang melawan Covid-19. Jika petugas tertular, semua akan rugi karena kekurangan tenaga medis.

"Para tenaga medis rentan terjangkit karena berhubungan langsung dengan pasien. Jika tanpa APD, yang bertugas bisa tertular atau menularkan, namun APD ini yang sangat minim," katanya.

baca juga: Gelar Pilkada di Tengah COVID-19, KPU Pasbar Butuh Tambah Anggaran

Ia menjelaskan, pemerintah setempat sudah mengusahakan, namun kendalanya keberadaan APD yang sudah langka. Meski sudah ada yang diserahkan pemerintah melalui Gugus Tugas, namun masih dibutuhkan lebih banyak lagi.

"Kebutuhan APD ini sangat penting, mengingat kasus ODP yang terus bertambah dan diutamakan untuk dokter dan perawat yang bertugas di IGD," ujarnya.

baca juga: Puluhan Warga Sungai Rumbai Kembalikan Dana BLT, Ini Sebabnya

Jelas dr Heru, penggunaan APD ini sekali pakai dan ada level-levelnya ( standar ). Misal, kalau di poli ada standarnya, standar di IGD, kamar operasi dan ruang isolasi juga memiliki standar.

Untuk itu, saat ini para dokter berusaha membuat APD sendiri, ada yang pake jas hujan, helm dan kaca mata yang dibeli dari toko bangunan. Sedangkan untuk masker pun dibuat sendiri oleh petugas RSUD Jambak.

baca juga: Bantu Percepatan Kesembuhan, Manajemen RSUP M. Djamil Ajak PDP COVID-19 Senam Gembira

"Sebagian alat-alat ini di toko bangunan yang ada, sudah menipis, jika pun ada harganya sudah naik," jelasnya.

Terang dr Heru, IDI cabang Pasbar sesuai arahan IDI wilayah, selalu meminta agar tenaga medis disiapkan APD-nya. Sedangkan saat ini anggota IDI Pasbar yang tercatat berjumlah 107 orang. Semua anggota tersebar di Rumah Sakit dan Puskesmas di Pasbar .

Ia juga berharap, kepada semua pejabat yang punya APD, masker serta dan lain-lain atau yang punya akses, agar memprioritaskan terlebih dulu untuk tenaga medis dan kesehatan.

"Ya harus begitu, kalau tidak akan berisiko tertular atau malah menularkan. Itu yang dihindari agar kasus tidak bertambah dan tenaga medis tetap tersedia. Kalau tenaga medis tertular kan harus dirumahkan. Nah, itu bahaya untuk RS bisa lumpuh," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, IDI juga meminta kepada pemerintah daerah untuk disiplin menerapkan physical distance (menjaga jarak), menghindari keramaian dan menjaga perbatasan wilayah terkait orang yang keluar masuk pasbar , demi memutus mata rantai penularan covid 19 .

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera