Dinilai Ambil Keuntungan di Tengah Covid-19, Wako Padang Minta Menhub Tegur Lion Air

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah (Humas)

PADANG, KLIKPOSITIF - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah meminta menteri Perhubungan untuk menegur perusahaan penerbangan Lion Air .

Hal tersebut karena pihak Lion Air dinilai tidak mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah dalam mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

baca juga: Kadis Perdagangan Padang: Kita Ingin Tes Swab hingga 2000 Orang

Menurutnya, di tengah merebaknya wabah Virus Corona , justru pihak Lion Air menurunkan harga tiket yang menyebabkan para perantau berbondong-bondong pulang kampung.

"Seharusnya, pihak Lion Air membatasi penerbangan sehingga tidak semakin banyak masyarakat datang ke Kota Padang," ujar Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah saat video conference dengan wartawan, Selasa 31 Maret 2020.

baca juga: Rumah Sakit Yang Akan Dijadikan Rujukan COVID-19 di Mentawai Rusak Parah

Ia mengatakan, kebijakan yang diambil Lion Air ini seolah-olah mengambil keuntungan dari musibah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.

Bagimana tidak, harga tiket tujuan Jakarta-Padang yang semula dijual Rp800 ribu, sekarang dijual dengan harga sekitar Rp500 ribu.

baca juga: Kluster Pasar Raya Padang Telah Lakukan Tes Swab kepada 1772 Orang

"Ini namanya mengambil keuntungan dalam kesempitan. Seharusnya Lion Air membatasi penerbangan dan menetapkan dengan harga semula, karena masih banyak daerah yang berjibaku menghadapi dan mencegah virus corona agar tidak semakin berkembang," lanjutnya.

Untuk itu atas nama Pemerintah Kota Padang meminta kepada Menteri Perhubungan agar memberikan teguran kepada pihak Lion Air .

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 2 Juni, Berikut Rincian 7 Penambahan Positif dan 5 Sembuh

"Jika hal ini terus dibiarkan maka usaha-usaha yang telah dilakukan Pemerintah Kota Padang maupun Pemerintah Sumatera Barat dalam mengatasi penyebaran Covid-19 akan tidak ada artinya," sambungnya.

Ia mengimbau organisasi perantau minang untuk menyikapi hal ini degan tetap di rantau.

Jika mereka pulang ke kampung halaman, akan menimbulkan efek yang tidak baik. "Untuk itu kepada perantau kami mengimbau agar menahan diri sampai kondisi benar-benar kita kontrol dan kendalikan," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Rezka Delpiera