Pemkab Pessel Ajak Petani Suburkan Jenis Tanaman Palawija

Kacang pajang satu darj banyak jenis tanaman palawija yang bisa panen selama kisaran 45 hari
Kacang pajang satu darj banyak jenis tanaman palawija yang bisa panen selama kisaran 45 hari (net)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengajak para petani di daerah untuk menyuburkan tanaman palawija sebagai alternatif cadangan dalam menyikapi masa darurat COVID-19.

Kabag Humas dan Protokoler Pesisir Selatan, Rinaldi menyebutkan, penanaman palawija merupakan salah satu alternatif yang bisa dilakukan petani. Sebab, di tengah masa COVID-19, tidak ada kepastian segala kebutuhan pokok bisa stabil dan terpenuhi.

baca juga: Pulang dari Rantau, Satu Orang Warga Lima Puluh Kota Positif COVID-19

Sedangkan, untuk stimulan Pemkab Pessel tengah berupaya mempersiapkan langkahnya. Setidaknya, dalam masa COVID-19, segala persoalan masyarakat terkait sosial dan ekonomi bisa teratasi. "Setidaknya dalam kondisi saat ini, petani kita bisa mengupayakan menanam komoditi yang cepat dikosumsi, semacam palawija (kacang, jagung, ubi dan jenis lain)," ungkap saat diwawancara KLIKPOSITIF , Rabu 1 April 2020.

Selain menyuburkan palawija, dijelaskanpara petani juga harus ikut membantu pemerintah dalam ketersedian pangan, diantaranya dengan tidak menjual setiap hasil panen secara berlebihan. Kalau memang kebutuhaan mendesak, bisa dijual secukupnya. Tapi, dijual kepada pedagang lokal. Karena, dengan begitu siklus pangan masih bisa terkendali dan teratur berputar di daerah.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

"Supaya bisa menjadi stok kita untuk daerah. Karena masa ini harus bisa kita lewati secara bersama. Kalau bisa dijadikan sebagai cadangan stok di rumah," terangnya.

Sebelumnya, berdasarkan pengamatan KLIKPOSITIF , harga terkini sejumlah komoditi hasil pertanian di Pesisir Selatan megalami penurunan. Rata-rata komoditi ekspor, harganya anjlok melebih 50 persen. Diantaranya, seperti getah gambir dengan kadar air 18, sebelumnya Rp17 ribu, kini turun Rp10 ribu per kilogram. Biji pinang kering dari harga Rp14. ribu, turun menjadi Rp5 ribu per kilogram, dan karet turun menjadi Rp6 ribu dari sebelumnya masih Rp8 ribu.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani