Positif COVID-19, Seorang Staf Kedubes AS di Jakarta Meninggal Dunia

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumka, seorang staf lokal Kedutaan Besar AS di Indonesia meninggal dunia saat bertugas di Jakarta. Dia terkonfirmasipositif virus coronaCovid-19.

Selain di Jakarta, seorang staf lokalKedubes ASdi Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo, juga meninggal akibat positif virus corona .

baca juga: Kadis Perdagangan Padang: Kita Ingin Tes Swab hingga 2000 Orang

"Dengan kesedihan mendalam kami mengukuhkan kematian dua staf lokal di kedutaan besar di Jakarta dan Kinshasa karena pandemi Covid-19. Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang terkena dampak tragedi ini, dan menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdiannya pada Amerika," demikian petikan pernyataan Deplu AS dikutip Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com dari Reuters, Rabu (1/4/2020).

Lebih lanjut, hingga saat ini belum ada laporan tentang kasus kematian warga Amerika terkait covid-19 yang bekerja di kantor lokal Departemen Luar Negeri dan negara-negara lain.

baca juga: Kluster Pasar Raya Padang Telah Lakukan Tes Swab kepada 1772 Orang

Pada 31 Maret 2020, Kedubes AS di Jakarta juga telah mengeluarkan peringatan kesehatan (health alert) bagi seluruh warga Amerika di Indonesia untuk segera meninggalkan Indonesia.

"Kecuali jika memang mereka dipersiapkan untuk bertugas dalam jangka waktu panjang," tulis pernyataan itu.

baca juga: Kerusuhan Meluas, Ini Nasib WNI di Ameriksa Serikat

Warga Amerika yang ingin meninggalkan Indonesia diminta mengatur sendiri perjalannya sesegera mungkin karena masih tersedianya penerbangan sipil, meskipun jumlahnya terus berkurang.

Informasi terbaru menunjukkan masih ada 29 penerbangan komersial per Minggu (31/3/2020) dari Indonesia agar warga AS dapat kembali ke Amerika Serikat: 23 dari Jakarta (14 via Tokyo, 3 via Doha, 1 via Bangkok, 1 via Seoul, dan 4 via Amsterdam) dan 6 dari Bali (semuanya via Doha).

baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Malaysia Hampir 82 Persen

Editor: Eko Fajri