UMKM di Agam Produksi 50 Ribu Masker dalam Sehari

Indra Catri mengunjungi UMKM yang memproduksi masker
Indra Catri mengunjungi UMKM yang memproduksi masker (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Menyikapi tingginya kebutuhan masker saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sebanyak 50 UMKM dari berbagai usaha di Kabupaten Agam memproduksi masker sendiri.

Di sela penyaluran bantuan pangan, Bupati Agam , Dr. H. Indra Catri meninjau langsung beberapa UMKM yang memproduksi masker itu, seperti di Kecamatan Banuhampu dan Ampek Angkek, Rabu (1/4/2020).

baca juga: Pemkab Agam Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 20 Juni

Ia mengapresiasi langkah yang diambil UMKM untuk memproduksi masker, karena saat ini masker adalah salah satu alat pelindung diri yang sulit didapat dan banyak dibutuhkan untuk memproteksi diri dari penyebaran Covid-19.

"Rata-rata setiap UMKM memproduksi masker 1.000 helai, maka setiap harinya UMKM dapat membuat masker berbahan kain sebanyak 50 ribu helai," ujarnya.

baca juga: Ini Riwayat Perjalanan WNA di Sumbar yang Positif COVID-19

Menurut Indra Catri, ini bagian upaya untuk menyelamatkan masyarakat yang belum terpapar Covid-19, sesuai gerakan "anda selamatkan saya, saya selamatkan anda".

" Agam siap mensuplai masker. Untuk itu, setiap UMKM diminta menyebarkan nomor ponsel, supaya masyarakat mudah untuk mendapatkannya," sebut IC.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Sumbar 567 per 1 Juni, Persentase Sembuh di Angka 47,09 Persen

Dengan demikian, IC meminta Disperindagkop dan UKM Agam agar mensuport UMKM dengan menyediakan bahan baku, supaya lebih banyak lagi masker yang diproduksi.

Salah seorang pelaku UMKM Ampek Angkek, Widianingsih menggeluti usaha ini sejak pemerintah menerapkan social dan physical distancing. Sebelumnya ia membuka usaha bidang kuliner.

baca juga: FKIK Semen Padang Salurkan Bansos untuk Warga Indarung Terpapar Covid-19

"Sejak mengalihkan usaha memproduksi masker, permintaan cukup tinggi baik dikalangan masyarakat maupun tenaga medis," terangnya.

Widianingsih yang mempekerjakan 7 orang mampu memproduksi masker 900 helai sampai 1.000 helai, bahkan lebih tergantung ketersediaan bahan. Satu helai masker dijual seharga Rp 4 ribu. (rilis)

Editor: Rezka Delpiera