Sulit Diawasi, Warga Notifikasi Covid-19 Solsel Masih Keluyuran di Keramaian

Posko pemeriksaan kesehatan dibatas kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Solok
Posko pemeriksaan kesehatan dibatas kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Solok (Ist)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Pergerakan Warga Notifikasi di Solok Selatan ( Solsel ) tetap leluasa dan berinteraksi dengan warga lainnya. Bahkan mereka dengan leluasa bergerak hingga ke Pasar Semi Modern Padang aro, meskipun yang bersangkutan baru pulang dari luar Provinsi dan luar negeri.

"Kami sudah sampaikan agar warga yang baru pulang ini berdiam diri dulu di rumah selama empat belas hari. Tetapi mereka tidak mengindahkan, bahkan mereka ada yang pergi ke Pasar Padang aro," kata Kepala Jorong Sungai Padi Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Solsel Hasan Siroj.

baca juga: Penjelasan Ahli Epidemiologi Unand Terkait Positif COVID-19 Tanpa Riwayat Kontak dan Perjalanan

Dia mengungkapkan pihaknya termasuk rekannya sesama jorong di nagari yang sama cukup kesulitan mengawasi warga Notifikasi di wilayah itu.

"Susah dibilangin, bahkan rekan saya ada warganya pulang dari Jepang juga tidak bisa mencegah agar warganya itu tidak berinteraksi dengan warga lainnya," sebutnya.

baca juga: Pemerintah Akan Terbitkan Protokol Kesehatan bagi Atlet

Ia menambahkan saat ini di wilayahnya ada sebanyak delapan orang notifikasi yang baru datang dari luar provinsi seperti Pekanbaru, Batam, Bengkulu, Aceh.

"Mereka sudah didata bidan desa dan sudah dilaporkan ke dinas kesehatan, kami dan bidan desa hanya bisa mengimbau kalau mereka tidak mengindahkan, kami tidak bisa tegas melarang," katanya.

baca juga: Indonesia Gandeng China dan Korea Kembangkan Vaksin COVID-19

Bidan desa di Jorong Sungai Padi Riri Desmita membenarkan pihaknya telah sering menegur warga tersebut termasuk melaporkan ke wali nagari.

"Kata wali nagari akan dilaporkan ke Babinkamtibmas untuk menegur warga tersebut," jelasnya.

baca juga: Polres Sijunjung Serahkan Bantuan 10 Ton Beras ke Masyarakat Terdampak COVID-19

Warga sekitar RI (38) mengaku sangat cemas terhadap perilaku orang notifikasi tersebut.

"Kita tidak tahu mereka terinfeksi Virus Corona atau tidak, karena infonya setelah empat belas hari baru bisa diketahui," katanya

Dia menambahkan karena virus ini tidak terlihat kemungkinan buruk bisa terjadi.

"Akan sangat menakutkan jika nanti taunya mereka terinfeksi, akan banyak orang yang terinfeksi karena mereka tetap keluyuran," katanya

Dia juga menyoroti cara kerja pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran Virus Corona .

"Lucunya, dibanyak berita saya baca pemda sudah membuat posko di perbatasan, tetapi setelah masuk orang notifikasi ini dibiarkan keluyuran," katanya.

Kepala BPBD Solsel Richi Amran saat dimintai komentarnya mengatakan akan menindaklanjuti informasi tentang warga notifikasi yang tetap keluar rumah tersebut.

"Mohon berikan nama, alamat serta dari mana warga tersebut, nanti disampaikan ke pihak TNI-POLRI untuk dapat menindaklanjutinya," katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh warga yang baru pulang dari luar provinsi dan luar negeri agar mengindahkan himbauan pemerintah untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

"Warga yang baru pulang atau datang dari luar daerah, mohon kerjasamanya. Mari kita cegah penyebaran COVID-19, silahkan isolasi diri sendiri dulu selama 14 hari," katanya.

Senada Kepala Dinas Kesehatan Solsel Novirman mengatakan orang notifikasi adalah orang yang pulang dari daerah terjangkit. Mereka masuk Solok Selatan harus mengisolasi diri di rumah selama 14 hari.

"Nanti orang notifikasi yang bandel itu dilaporkan ke Dinas Kesehatan, sesuai maklumat Polri nanti akan dilaporkan ke kepolisian untuk menindaklanjuti," jelasnya

Penulis: Kamisrial | Editor: Rezka Delpiera