97 Narapidana di Lapas Pariaman Dibebaskan

Pemberian surat bebas oleh Kalapas kepada napi yang mendapat remisi
Pemberian surat bebas oleh Kalapas kepada napi yang mendapat remisi (Ist)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - 97 narapidana di Lapas Kelas ll B Pariaman , dibebaskan atau mendapat asimilasi. Perihal pembebasan tersebut, dikatakan oleh Kepala Lapas Pariaman , berdasarkan keputusan Kementerian Hukum dan Ham.

"Pembebasan ini berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK/01.04.04, tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19," ungkap Eddy Junaedi pada KLIKPOSITIF , Rabu malam, 01 April 2020.

baca juga: Pemkab Agam Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 20 Juni

Lebih lanjut Kepala Lapas Pariaman itu menuturkan, untuk seluruh Narapidana (Napi) di Indonesia, yang dapat asimilasi sebanyak 30 ribu orang dengan kriteria yang telah ditentukan.

"Nah, untuk napi yang dapat asimilasi di Lapas Pariaman sebanyak 97 orang. Tahap pertama ini ada 6 orang yang dibebaskan. Satu di antaranya anak-anak," ungkap Eddy.

baca juga: Ini Riwayat Perjalanan WNA di Sumbar yang Positif COVID-19

Kepala Lapas itu juga mengutarakan kriteria napi yang akan mendapat asimilasi itu, dinataranya adalah napi yang dihukum di bawah lima tahun.

"Kriterianya adalah napi yang dipenjara di bawah 5 tahun. Selain itu adalah napi yang telah menjalani masa kurungan selama 2 per 3 dari masa hukuman sebelum tanggal 31 Desember 2020," kata Eddy.

baca juga: Kebakaran di Padang Pariaman, Satu Orang Meninggal Dunia

Disebutkannya juga kriteria lainnya adalah napi yang tidak termaksud dalam kasus terorisme dan narkoba yang dihukum di atas 5 tahun penjara.

"Untuk napi usia anak-anak telah kami bebaskan satu orang diantara 11 orang napi anak-anak di lapas ini," sebut Eddy.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Sumbar 567 per 1 Juni, Persentase Sembuh di Angka 47,09 Persen

Selain itu kata Eddy lagi, asimilasi tidak dipungut biaya sepersenpun. Ketentuan napi yang dibebaskan berdasarkan data base lapas tersebut.

"Nah pembebasan sebanyak 97 napi itu harus selesai sebelum tanggal 7 April 2020," kata Eddy.

Penulis: Rehasa | Editor: Rezka Delpiera