Sejumlah Pasar Tradisional di Agam Masih Buka di Tengah Ancaman COVID-19

Pasar Pakan Kamih
Pasar Pakan Kamih (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF - Bupati Agam Indra Catri menginstruksikan agar pasar tradisional tutup untuk sementara waktu. Hal ini dimaksudkan demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19, sebab Indra Catri menganggap pasar tradisional rentan terpapar virus .

Keputusan ini dimulai pada 30 Maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan. KLIKPOSITIF , sejak kemarin memantau 3 pasar di wilayah Agam Timur, yakni Pasar Biaro Ampek Angkek, Pasar Pakan Kamih Tilatang Kamang dan Pasar Baso.

baca juga: Realisasi Pajak Daerah Kota Padang Baru 25 Persen

Pantauan KLIKPOSITIF , ketiga pasar masih buka dan terlihat pembeli maupun penjual tetap berinteraksi seperti biasa. "Tidak tahu, saya tetap berdagang seperti biasa. Cuma pembeli sepertinya berkurang," kata salah satu pedagang Eni, Kamis 2 April 2020.

Sebelumnya Indra Catri menyebut, penyebaran COVID-19 lebih berpotensi terjadi di pasar tradisional ketimbang tempat lain. "Kalau kita tetap membuka pasar, itu mendua namanya. Ke Mesjid (Salat Jum'at) saja kita tunda untuk sementara, majelis taklim kita tunda, acara penting kita undur. Ini ke pasar, ini yang kita takutkan,"ucap Indra Catri di Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

Indra Catri melanjutkan, di pasar tradisional semua orang boleh masuk tanpa terkecuali. "Tak ada alat pendeteksi suhu, ada kemungkinan yang masuk ini adalah carrier, pasar tradisional sangat tinggi interaksinya, ini yang kita khawatirkan. Jadi pasar tradisional lebih bahaya dari mall,"sambungnya.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani